TIMETODAY.ID, JAKARTA — Selama ini, banyak orang percaya bahwa bermain catur atau video game bisa meningkatkan kecerdasan. Namun, anggapan itu ternyata keliru. Ilmuwan kognitif dan penulis buku psikologi permainan, Dr Fernand Gobet, menegaskan bahwa catur maupun game tidak secara langsung membuat seseorang lebih cerdas.
Saat ditanya mengenai game yang paling efektif untuk mengasah otak, Gobet menjawab singkat, “tidak ada.” Ia menjelaskan, kemampuan seseorang dalam catur atau permainan serupa hanya berkorelasi dengan kecerdasan, bukan menjadi penyebabnya.
Orang yang lebih cerdas cenderung tertarik pada permainan semacam itu, bukan sebaliknya.
Permainan Tetap Berguna untuk Keterampilan
Meski tidak membuat otak lebih cerdas secara langsung, permainan tetap memiliki manfaat. Gobet memberi contoh, permainan seperti monopoli dapat melatih keterampilan matematika dan bisnis.
Sementara permainan tradisional seperti catur, Go, dan dam, membantu mengasah kemampuan berpikir sebelum bertindak.
“Ini adalah komponen inti dari fungsi eksekutif, yaitu keterampilan mental yang membantu kita memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menavigasi situasi yang kompleks,” kata Gobet, dikutip dari Popular Science.
Ia menambahkan, permainan juga menumbuhkan kecerdasan sosial, misalnya menghormati lawan dan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Video Game: Tantangan Real-Time untuk Otak
Beberapa studi terbaru justru menunjukkan bahwa video game memiliki dampak lebih signifikan pada fungsi otak tertentu. Pemain dituntut memproses banyak informasi sekaligus menentukan strategi secara real-time.
“Terus-menerus menghadapi tantangan baru dan harus memahami sistem yang sama sekali baru itu baik untuk otak,” ujar Dr Kurt Dean Squire, profesor informatika di Universitas California.
Sementara itu, Dr Nathan Carroll, psikiater dan penulis buku Internet Gaming Disorder, menekankan pentingnya berbagai tipe permainan. Game kolaboratif seperti Animal Crossing, Minecraft, dan berbagai MMORPG bisa meningkatkan kecerdasan sosial.
Game lain seperti Minecraft, Valheim, atau genre 4X, menurut Carroll, melatih kecerdasan logis dan spasial, karena pemain harus membangun dan mengelola wilayah secara strategis.
Sedangkan permainan berbasis AR dan VR, seperti Beat Saber dan Fruit Ninja, berguna untuk melatih gerak dan kecepatan tubuh.
Manfaat Bermain untuk Semua Usia
Permainan, baik tradisional maupun modern, tetap bermanfaat bagi semua usia. Anak-anak yang bermain papan permainan cenderung lebih cepat menyerap informasi, sementara orang dewasa bisa memanfaatkannya sebagai latihan pemecahan masalah dan stimulasi mental baru.
“Segala jenis stimulasi mental telah terbukti menghasilkan peningkatan besar dalam mencegah penurunan kognitif,” kata Dean Squire. Ia menambahkan, “Permainan yang bersifat sosial bahkan lebih baik.”
Secara keseluruhan, meskipun game tidak membuat seseorang lebih pintar, permainan tetap berperan penting dalam mengasah keterampilan, membangun kecerdasan sosial, dan melatih otak dalam berbagai kemampuan praktis.
Setiap jenis game memberikan manfaat yang berbeda, tergantung cara dan konteks permainannya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































