IRGC Resmi Tutup Selat Hormuz, Kapal yang Lewat Terancam Diserang

IRGC
Iran memperingatkan akan menghantam dan membakar setiap kapal yang mencoba melintas di Selat Hormuz. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik krusial. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz resmi ditutup. Tak hanya itu, mereka juga melontarkan ancaman keras terhadap setiap kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut.

Penasihat senior panglima tertinggi IRGC, Brigadir Jenderal Ebrahim Jabbari, menyebut langkah ini sebagai respons langsung atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei.

“Selat Hormuz telah ditutup. Kami akan menyerang dan membakar kapal apa pun yang mencoba menyeberang,” kata Jabbari seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (3/3/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Laut China Dipenuhi Formasi Kapal Aneh, Kapal Kargo Sampai Zig-Zag

Ancaman tersebut tak berhenti di laut. Jabbari juga memperingatkan bahwa jalur pipa minyak berpotensi menjadi target berikutnya. Ia menegaskan Iran tidak akan mengizinkan setetes pun minyak keluar dari kawasan tersebut.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur ekspor minyak terpenting di dunia. Perairan sempit ini menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah—seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab—dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati jalur ini setiap harinya, menjadikannya salah satu titik paling vital dalam perdagangan energi internasional.

Baca Juga :  Indonesia Dapat Dukungan Kongo untuk Operasional Pusat Lahan Gambut Internasional

Secara geografis, Iran berada di pesisir utara Selat Hormuz dan menguasai jalur-jalur utama menuju selat tersebut. Posisi ini memberikan Teheran pengaruh besar terhadap arus ekspor minyaknya sendiri maupun sebagian besar pasokan energi dunia.

Penutupan Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer, tetapi juga tekanan geopolitik yang dampaknya bisa merambat ke pasar energi global. Di tengah situasi yang kian memanas, setiap kapal yang bergerak di perairan itu kini membawa risiko yang jauh lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel