Armada Raksasa untuk Koperasi Merah Putih, Impor Kendaraan India Jadi Perhatian

kendaraan
Kecelakaan dua bus TransJakarta di jalur layang Koridor 13 menyebabkan sejumlah penumpang terluka, Senin (23/2/2026) pagi. Foto: Instagram

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Rencana impor ratusan ribu kendaraan niaga dari India tengah menjadi perhatian publik. Kendaraan tersebut disiapkan sebagai armada operasional program Koperasi Merah Putih, yang digadang-gadang memperkuat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan alasan perusahaan memilih kendaraan produksi India. Menurutnya, faktor efisiensi menjadi pertimbangan utama dalam keputusan impor tersebut.

“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif, hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi daya tahan, tenaga, dan konsumsi bahan bakar, kendaraan ini sangat andal dan berkualitas,” kata Joao dalam keterangannya, dikutip Senin (23/2/2026).

Advertisement

Armada Niaga Skala Besar

Total sebanyak 105.000 kendaraan akan didatangkan dari dua produsen otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Baca Juga :  Hyundai Stargazer Cartenz Series Usung Konsep Mobil Keluarga Aman dan Praktis

Rinciannya meliputi:

  • 35.000 unit pikap Scorpio dari Mahindra

  • 35.000 unit pikap Yodha produksi Tata

  • 35.000 unit truk ringan Ultra T.7

Nilai impor kendaraan tersebut diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun.

Langkah pengadaan armada besar ini disebut sebagai upaya menghadirkan kendaraan operasional yang tangguh namun tetap efisien biaya, terutama untuk mendukung kegiatan distribusi koperasi di wilayah Indonesia.

Spesifikasi Kendaraan yang Didatangkan

Mahindra Scorpio Pikap
Pikap ini menggunakan mesin 2.2L mHawk Turbo Diesel berstandar Euro 4 dengan tenaga 140 PS dan torsi 320 Nm. Sistem penggerak 4×4 dipadukan transmisi manual 6 percepatan, serta dilengkapi fitur keselamatan seperti dual airbag, ABS, dan cruise control.

Tata Yodha Pikap
Tata Yodha hadir dengan dua pilihan bahan bakar, diesel dan CNG. Mesin diesel 2.2L Varicor Turbo menghasilkan tenaga 100 hp dengan torsi 250 Nm. Sementara versi CNG memakai mesin 4SP SGI NA yang mampu memproduksi tenaga 74 hp dan torsi 200 Nm.

Baca Juga :  45 Jemaah Umrah India Tewas dalam Kecelakaan Bus di Madinah, Satu Orang Selamat

Tata Ultra T.7 Light Truck
Truk ringan ini dibekali mesin 2.956 cc 4SP BS6 Phase 2 TCIC. Varian light menghasilkan tenaga 100 PS pada 2.800 rpm dengan torsi maksimum 300 Nm di rentang 1.000–2.000 rpm.

Antara Efisiensi dan Polemik

Meski disebut menawarkan harga kompetitif dan performa yang andal, rencana impor kendaraan niaga dalam jumlah besar ini memunculkan beragam respons. Sebagian pihak menilai langkah tersebut strategis untuk mempercepat operasional koperasi nasional, sementara lainnya mempertanyakan dampaknya terhadap industri otomotif dalam negeri.

Ke depan, implementasi penggunaan armada ini akan menjadi penentu apakah strategi impor tersebut benar-benar mampu memperkuat rantai distribusi ekonomi rakyat seperti yang diharapkan.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel