Food Coma Usai Makan Besar, Kenali Penyebab dan Tips Mengatasinya

Food Coma
ilustras Food Comai. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Rasa kantuk hebat setelah makan besar kerap dialami banyak orang. Kondisi yang dikenal sebagai food coma ini membuat tubuh terasa lemas, mengantuk, hingga sulit berkonsentrasi, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut disebut postprandial somnolence, yakni respons alami tubuh setelah menerima asupan makanan dalam jumlah besar. Meski sering dianggap sepele, jenis makanan dan kebiasaan setelah makan ternyata sangat memengaruhi munculnya rasa kantuk tersebut.

Tubuh Fokus Mencerna Makanan

Advertisement

Food coma terjadi ketika tubuh mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan untuk memproses makanan. Akibatnya, suplai darah ke otak sedikit berkurang sehingga memicu rasa lelah dan kantuk.

Selain jumlah makanan, komposisi menu yang dikonsumsi juga berperan besar.

Makanan Pemicu Food Coma

  1. Karbohidrat tinggi
    Makanan seperti nasi, roti, mi, dan pasta merupakan sumber energi utama tubuh. Namun karbohidrat sederhana cepat meningkatkan kadar gula darah.

Saat pankreas melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan gula darah, energi tubuh justru menurun secara cepat. Kondisi inilah yang membuat seseorang merasa lemas dan mengantuk setelah makan.

  1. Makanan berlemak tinggi
    Gorengan, makanan bersantan, hingga daging berlemak membutuhkan waktu cerna lebih lama. Sistem pencernaan bekerja lebih keras dan menghabiskan energi lebih banyak, sehingga tubuh terasa lelah.
Baca Juga :  Ikan Kakatua, Sumber Protein dan Omega-3 yang Perlu Dilestarikan

Selain itu, makanan tinggi lemak sering menimbulkan rasa begah yang memperkuat keinginan untuk beristirahat.

  1. Makanan tinggi gula
    Kue, cokelat, minuman manis, dan soda memberi lonjakan energi singkat. Namun setelah gula darah turun kembali dengan cepat, tubuh justru mengalami penurunan energi yang memicu kantuk.

Efek ini lebih terasa jika makanan manis dikonsumsi tanpa serat atau protein pendamping.

  1. Kebiasaan langsung rebahan
    Tidak sedikit orang langsung duduk santai atau berbaring setelah makan. Kebiasaan ini memperlambat proses pencernaan sehingga aliran darah tetap terfokus di saluran cerna lebih lama.

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki beberapa menit justru dapat membantu mencegah food coma.

Gejala yang Umum Terjadi

Food coma biasanya muncul sekitar 30–60 menit setelah makan besar. Beberapa tanda yang sering dirasakan antara lain:

  • Kantuk berat yang sulit ditahan
  • Tubuh terasa lemas
  • Sulit fokus dan berkonsentrasi
  • Mata terasa berat ingin terpejam
Baca Juga :  Resep Madeleines: Kue Kerang Klasik Prancis yang Mudah Dibuat di Rumah

Gejala tersebut umumnya ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Cara Mencegah Food Coma

Agar tetap segar setelah makan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

  • Makan dalam porsi secukupnya
  • Perbanyak sayur dan makanan berserat
  • Kurangi karbohidrat sederhana dan gula berlebih
  • Konsumsi protein untuk menjaga energi stabil
  • Hindari langsung tidur setelah makan
  • Lakukan peregangan atau jalan santai ringan

Para ahli menilai food coma pada dasarnya bukan kondisi berbahaya. Namun, jika rasa kantuk muncul berlebihan atau disertai keluhan seperti jantung berdebar, pusing, hingga keringat dingin, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan gula darah atau masalah kesehatan lain yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dengan pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat, tubuh dapat tetap bertenaga setelah makan tanpa harus mengalami serangan kantuk mendadak.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel