Mulut Kering saat Puasa Picu Bau Tak Sedap, Begini Cara Mengatasinya

mulut
ilustrasi bau mulut. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bau mulut kerap menjadi keluhan yang muncul saat menjalani puasa Ramadan. Banyak orang menduga penyebabnya berasal dari makanan saat sahur. Namun, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh mulut yang kering akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam waktu lama sehingga produksi air liur menurun.

Dokter gigi drg Paulus Januar dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menjelaskan, ada beberapa jenis bau mulut berdasarkan pemicunya.

Pertama, bau mulut patologis. Jenis ini disebabkan oleh bakteri anaerob gram negatif yang menghasilkan gas VSCs (Volatile Sulfur Compounds) sehingga memicu aroma tidak sedap.

Advertisement

“Bau mulut patologis merupakan yang paling banyak terjadi dan dikeluhkan. Sekitar 85 persen hingga 90 persen kasus bau mulut merupakan jenis ini,” jelasnya mengutip dari  detikcom.

Bakteri tersebut umumnya berada di pangkal lidah, gigi berlubang, karang gigi, hingga radang gusi. Kondisi ini bisa muncul karena air liur berkurang dan mengendap saat tidur, namun biasanya dapat diatasi dengan berkumur.

Baca Juga :  Puasa Dzulhijjah 1-7, Simak 7 Keutamaan yang Bisa Didapat Umat Muslim

Kedua, bau mulut akibat konsumsi makanan beraroma menyengat.

“Misalnya petai, jengkol, bawang putih, serta kebiasaan merokok. Bila tidak lagi mengonsumsi bahan-bahan tersebut maka bau mulut tidak akan timbul,” kata drg Paulus.

Ketiga, pseudohalitosis atau bau mulut semu. Pada kondisi ini, seseorang merasa dirinya mengalami bau mulut padahal secara objektif tidak ditemukan adanya aroma tak sedap. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan halitofobia, yakni kecemasan berlebihan terhadap bau mulut.

“Pada pseudohalitosis dan halitofobia bisa dilakukan pemeriksaan secara obyektif tidak ditemukan adanya bau mulut. Faktor psikologis seperti rasa cemas, depresi, dan stres merupakan faktor risiko timbulnya keluhan bau mulut yang bersifat subyektif ini,” terangnya.

Baca Juga :  Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal dan Keutamaannya

Untuk mendeteksi bau mulut, dokter gigi dapat menggunakan metode organoleptik, analisis kromatografi gas, maupun alat halimeter.

Selama berpuasa, berkurangnya aliran air liur membuat bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang dan menghasilkan gas VSCs. Karena itu, menjaga hidrasi saat sahur menjadi salah satu langkah penting.

“Banyak minum terutama pada waktu sahur untuk menstimulasi produksi air liur saat sedang melaksanakan puasa. Hal ini mengingat air liur dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Bila mulut terasa kering, mungkin dapat pula diatasi dengan sering berkumur-kumur,” beber drg Paulus.

Ia juga menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan beraroma tajam serta menghindari rokok.

Jika keluhan tetap muncul meski kebersihan mulut telah dijaga, masyarakat dianjurkan berkonsultasi ke dokter gigi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel