TIMETODAY.ID, JAKARTA — Puasa tanpa sahur kerap dianggap hal sepele. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak pada kondisi tubuh, terutama jika dilakukan berulang kali. Sahur bukan sekadar anjuran, tetapi berperan penting dalam menjaga energi, kestabilan gula darah, serta mencegah keluhan selama berpuasa.
Sahur merupakan waktu makan sebelum fajar yang membantu tubuh menyiapkan cadangan energi dan cairan untuk menjalani puasa selama belasan jam. Tanpa asupan ini, tubuh memulai hari dalam kondisi “kosong”, sehingga lebih rentan mengalami kelelahan dan dehidrasi.
Meski sebagian orang merasa tetap kuat berpuasa tanpa sahur, dampak negatifnya bisa muncul secara bertahap. Karena itu, penting memahami risiko yang mungkin terjadi.
Dampak Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
- Mudah lemas dan kurang bertenaga
Tanpa sahur, tubuh kekurangan energi sejak pagi. Akibatnya, rasa lemas, mengantuk, dan sulit fokus bisa muncul lebih cepat, terutama saat aktivitas padat. - Risiko dehidrasi meningkat
Tidak ada asupan cairan sebelum puasa membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan, apalagi jika cuaca panas atau aktivitas fisik cukup berat. Gejalanya bisa berupa mulut kering, pusing, hingga sulit berkonsentrasi. - Gula darah menurun
Ketiadaan asupan makanan saat sahur membuat kadar gula darah turun lebih cepat. Kondisi ini dapat memicu gemetar, pusing, lemas, bahkan mual. - Konsentrasi menurun
Tanpa nutrisi di pagi hari, fungsi otak bisa terganggu. Hal ini berdampak pada produktivitas kerja maupun belajar. - Gangguan asam lambung
Perut yang kosong lebih lama dapat meningkatkan produksi asam lambung. Pada penderita maag atau gangguan lambung seperti Gastritis, kondisi ini bisa memperparah keluhan nyeri ulu hati dan kembung. - Daya tahan tubuh melemah
Kurangnya asupan nutrisi dalam jangka panjang dapat menurunkan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terserang penyakit.
Aman atau Tidak?
Secara umum, orang sehat mungkin masih dapat berpuasa tanpa sahur sesekali. Namun, jika dilakukan berulang, risikonya meningkat, mulai dari dehidrasi hingga gangguan lambung.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penderita penyakit kronis seperti Diabetes atau tekanan darah rendah sebaiknya tidak melewatkan sahur.
Apabila saat berpuasa tanpa sahur muncul gejala seperti pusing hebat, jantung berdebar, muntah, atau lemas hingga sulit beraktivitas, sebaiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa dan konsultasi ke dokter.
Tips Aman Jika Terlewat Sahur
Agar puasa tetap aman meski sesekali melewatkan sahur, lakukan beberapa langkah berikut:
- Tidur lebih awal agar tubuh lebih segar dan memudahkan bangun sahur keesokan harinya.
- Siapkan menu sahur praktis dan bergizi, misalnya roti gandum isi telur dan sayuran.
- Penuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas per hari sejak berbuka hingga sebelum tidur.
- Jangan memaksakan diri berpuasa jika kondisi tubuh sedang tidak prima.
Sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina dan kesehatan selama puasa. Melewatkannya bukan kebiasaan yang dianjurkan, terutama bila dilakukan terus-menerus. Dengan memperhatikan asupan nutrisi dan kondisi tubuh, puasa dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































