DPR Soroti Agenda Prabowo di AS, Minta Isu Palestina Jadi Prioritas

DPR
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta. Foto: Dok. Istimewa

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat tak hanya membawa agenda ekonomi dan hubungan bilateral. Di tengah dinamika global, Komisi I DPR RI berharap momentum rapat perdana Board of Peace (BoP) dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyampaikan harapannya agar Prabowo secara tegas menyuarakan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan damai yang adil dan bermartabat bagi Palestina.

“Menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan hukum internasional. Forum ini harus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen tersebut,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Advertisement

Rapat perdana BoP merupakan forum yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dijadwalkan digelar pada 19 Februari 2026. Kehadiran Indonesia dinilai strategis untuk memastikan isu kemanusiaan dan perdamaian global tetap menjadi perhatian utama.

Sukamta juga menekankan pentingnya mendorong penghentian kekerasan terhadap warga sipil Palestina sebagai langkah awal menciptakan stabilitas.

“Mendorong penghentian segera seluruh bentuk kekerasan dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina. Stabilitas dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi proses perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Bersama KPK Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi

Ia menambahkan, agenda rekonstruksi pascakonflik harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan.

“Memastikan bahwa setiap agenda rekonstruksi dan pemulihan pasca-konflik berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan. Perdamaian yang kokoh harus dibangun di atas keadilan, bukan sekadar penghentian konflik sementara,” ujarnya.

Sukamta berharap pemerintah memanfaatkan forum internasional tersebut untuk mempertegas posisi Indonesia yang konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan.

“Harapannya, pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai sidang perdana BoP sebagai momentum strategis bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, agar suaranya terwakili secara adil dalam tata kelola perdamaian dunia.

“Sidang perdana BoP menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa suara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat terwakili secara adil dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Komisi I DPR RI memandang keikutsertaan Indonesia bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam membangun tata kelola perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dave.

Baca Juga :  SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor Siap Jadi Sekolah Bertaraf Internasional

Ia menegaskan, Komisi I DPR akan menjalankan fungsi pengawasan agar partisipasi Indonesia benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional.

“Akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, agar keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia,” katanya.

“Dalam kerangka itu, Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina,” imbuhnya.

Agenda Prabowo di Washington

Dalam kunjungan kerja ke Washington, D.C., Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia-Amerika Serikat serta kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk perundingan tarif dagang.

Berdasarkan keterangan Biro Sekretariat Presiden, Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Senin (16/2/2026) dan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selain agenda bilateral, kehadiran Prabowo dalam rapat perdana Board of Peace dinilai menjadi panggung diplomasi penting bagi Indonesia untuk kembali menegaskan sikapnya di tengah dinamika geopolitik global.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel