TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pasar mobil listrik China dikejutkan oleh lonjakan penjualan SUV listrik Xiaomi YU7 pada Januari 2026. Model besutan raksasa teknologi Xiaomi itu langsung melesat ke posisi teratas, mengungguli Tesla Model Y yang sebelumnya mendominasi.
Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA), Xiaomi YU7 terjual sebanyak 37.869 unit sepanjang Januari 2026. Angka tersebut jauh melampaui Tesla Model Y yang hanya mencatatkan penjualan 16.845 unit pada periode yang sama.
Capaian ini tergolong mengejutkan. Pasalnya, hingga akhir 2025, Tesla Model Y masih menjadi mobil listrik terlaris di China. Namun pada daftar kendaraan energi terbarukan Januari 2026, posisinya merosot hingga ke peringkat tujuh.
Sejumlah analis sebelumnya memang memprediksi YU7 akan menggerus pangsa pasar Tesla pada 2026. Prediksi itu terbukti lebih cepat dari perkiraan, bahkan sejak bulan pertama tahun berjalan.
Strategi Harga dan Spesifikasi
Saat diluncurkan pada musim panas 2025, Xiaomi secara terbuka membidik Tesla sebagai rival utama. YU7 dipasarkan dengan harga lebih murah sekitar 10.000 yuan (sekitar Rp22 jutaan) dibanding Model Y, namun tetap mengklaim keunggulan spesifikasi, terutama pada jarak tempuh baterai.
Strategi harga agresif dan fitur kompetitif menjadi faktor utama yang mendorong minat konsumen di pasar domestik. Meski demikian, dinamika pasar otomotif China dikenal sangat fluktuatif sehingga performa penjualan sepanjang 2026 masih perlu dicermati.
Peta Persaingan Industri
Secara total tahunan 2025, dominasi pasar kendaraan penumpang China masih dipegang oleh BYD dan Geely. BYD membukukan penjualan sekitar 3 juta unit, sementara Geely mencapai 2,6 juta unit. Xiaomi sendiri berada di posisi ke-10 dalam penjualan tahunan.
Di sisi lain, Xiaomi juga sempat mendapat sorotan terkait sedan Xiaomi SU7. Model tersebut dikritik akibat isu fitur bantuan pengemudi (driver-assist) dan masalah handle pintu elektrik yang dinilai berisiko saat kecelakaan. Pemerintah Beijing bahkan melarang penggunaan desain gagang pintu rata dengan bodi pada mobil listrik.
Setelah mencatat keberhasilan awal di pasar domestik, Xiaomi disebut membidik ekspansi ke Eropa sebagai langkah berikutnya, sebagaimana dilaporkan CNBC.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































