
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana malam di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, menjadi saksi pertemuan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan lima pengusaha besar nasional pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat sekaligus serius itu berlangsung cukup panjang, menandakan besarnya agenda yang dibahas dalam upaya memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pertemuan tersebut berlangsung selama lebih dari empat jam. Diskusi dimulai sejak malam hari hingga menjelang larut.
“Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB,” tulis Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Rabu (11/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menerima audiensi lima tokoh penting dunia usaha Tanah Air, yakni Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, serta Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya menyinggung kepentingan bisnis, tetapi juga menyentuh gagasan besar tentang sinergi pembangunan nasional. Teddy menjelaskan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya konsep Indonesia Incorporated, yaitu kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing negara sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi.
Menurut Teddy, para pengusaha yang hadir menyambut gagasan tersebut dengan komitmen kuat untuk mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di sektor-sektor strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Para pengusaha yang hadir senada seirama menyatakan komitmen solidnya untuk mendukung visi misi Pemerintah dalam sektor paling strategis yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta jedaulatan pangan dan energi,” kata dia.
Presiden Prabowo juga mengajak dunia usaha untuk berperan aktif dalam menciptakan peluang kerja baru, terutama di sektor riil yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan industri dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional.
Menanggapi ajakan tersebut, para pengusaha menyatakan kesiapannya mendukung arah kebijakan pemerintah, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi masyarakat, penguatan sektor pendidikan, hingga pembangunan industri yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Lebih dari sekadar pertemuan formal, pertemuan malam itu menjadi ruang dialog sekaligus silaturahmi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha. Kesamaan visi yang terbangun diharapkan mampu mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































