TIMETODAY.ID, JAKARTA — Harapan baru dalam upaya melawan kanker muncul dari temuan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kanker sebenarnya dapat dicegah. Studi tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga kasus kanker baru di dunia berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga infeksi tertentu.
Dilansir Euro News, Jumat (6/2/2026), penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine memperkirakan hampir 40 persen kasus kanker baru secara global berpotensi dicegah jika faktor risiko utama dapat dikontrol dengan baik.
Penelitian tersebut menganalisis 36 jenis kanker di 185 negara dengan menggunakan data kasus kanker global pada tahun 2022. Para peneliti menyoroti sekitar 30 faktor risiko yang sebenarnya dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup, pencegahan infeksi, serta kebijakan kesehatan masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok masih menjadi penyumbang terbesar kasus kanker yang sebenarnya dapat dihindari. Setelah itu, infeksi dan konsumsi alkohol menempati posisi berikutnya sebagai faktor pemicu kanker secara global.
Dari total 18,7 juta kasus kanker baru yang tercatat pada tahun 2022, sekitar 7,1 juta kasus atau 38 persen di antaranya berkaitan dengan faktor yang dapat dicegah. Tiga jenis kanker yang paling banyak masuk kategori tersebut adalah kanker lambung, kanker paru-paru, dan kanker serviks.
Merokok tembakau tercatat bertanggung jawab terhadap sekitar 15 persen kasus kanker yang dapat dicegah, menjadikannya faktor risiko terbesar. Sementara itu, infeksi menyumbang sekitar 10 persen kasus, sedangkan konsumsi alkohol berkontribusi terhadap sekitar 3 persen kasus kanker yang sebenarnya dapat dihindari.
Pada kelompok perempuan, dari total 9,2 juta kasus kanker baru yang tercatat, sekitar 30 persen dinilai dapat dicegah. Lebih dari 11 persen kasus pada perempuan berkaitan dengan infeksi, termasuk infeksi human papillomavirus (HPV) yang dikenal sebagai penyebab utama kanker serviks.
Distribusi kasus kanker yang dapat dicegah juga menunjukkan kesenjangan wilayah. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di Afrika sub-Sahara, mencatat jumlah kasus tinggi, terutama kanker serviks. Sebaliknya, di negara maju seperti kawasan Eropa dan Amerika Utara, merokok menjadi penyebab dominan kanker pada perempuan.
Di kalangan pria, merokok juga menjadi faktor penyebab utama kanker yang dapat dicegah di berbagai wilayah dunia. Kebiasaan tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap hampir seperempat dari 4,3 juta kasus kanker yang sebenarnya bisa dihindari. Faktor infeksi menjadi penyebab kedua terbesar, terutama di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bertujuan membantu penyusunan strategi pencegahan kanker yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik setiap wilayah. Pendekatan berbasis faktor risiko dinilai lebih efektif dibandingkan strategi pencegahan yang bersifat umum dan seragam.
Temuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan gaya hidup, peningkatan kesadaran kesehatan, serta penguatan program pencegahan infeksi memiliki peran besar dalam menekan angka kasus kanker di masa depan.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































