Alkohol dalam Makanan? Kenali Berbagai Istilah yang Sering Digunakan

Saat membeli makanan dan minuman,
Alkohol dalam Makanan? Kenali Berbagai Istilah yang Sering Digunakan

TIMETODAY.ID — Saat membeli makanan dan minuman, pernahkah Anda menemukan istilah asing dalam daftar bahan atau komposisi? Beberapa di antaranya ternyata mengandung alkohol, meskipun tidak selalu disebutkan secara langsung. Bagi mereka yang ingin menghindari alkohol, baik karena alasan kesehatan maupun keyakinan, memahami berbagai nama lain alkohol dalam makanan menjadi hal yang penting.

Peran Alkohol dalam Dunia Kuliner

Menurut laman resmi US Marine Corps, alkohol kerap digunakan dalam memasak untuk meningkatkan aroma serta rasa. Sifat kimianya membantu mengikat aroma makanan dengan reseptor penciuman, sehingga memperkaya pengalaman rasa. Tak hanya itu, alkohol juga berperan dalam melarutkan senyawa rasa yang tidak dapat larut dalam air atau lemak, menciptakan cita rasa yang lebih kompleks.

Dalam beberapa masakan, alkohol juga memiliki fungsi lain, seperti membuat daging lebih empuk dan saus lebih kaya rasa. Meski sebagian besar alkohol menguap saat dipanaskan, residunya tetap bisa bertahan, tergantung pada metode dan durasi memasaknya.

Advertisement

Banyak bahan makanan yang secara tidak langsung mengandung alkohol. Berikut adalah beberapa di antaranya yang umum ditemukan dalam berbagai masakan di seluruh dunia:

Nama Lain Alkohol dalam Makanan

1. Rum

Dikenal dengan aroma manis yang khas, rum berasal dari fermentasi tebu atau molase. Dalam dunia kuliner, rum sering digunakan dalam pembuatan kue seperti rum cake dan berbagai saus masakan. Rum juga tersedia dalam bentuk essence atau perisa seperti rum essence, yang sering ditemukan dalam produk makanan kemasan.

2. Sake

Dalam masakan Jepang, sake digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan serta meningkatkan kedalaman rasa pada hidangan seperti sup miso dan tumisan. Meskipun kadar alkoholnya bisa berkurang saat dimasak, sake tetap memberikan aroma khas yang berkontribusi pada cita rasa masakan.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Pernyataan Presiden di PBB, Kemenag Siapkan Pesantren untuk Anak Palestina

3. Mirin

Mirin adalah bahan yang umum digunakan dalam masakan Jepang, memberikan rasa manis dengan sedikit kandungan alkohol. Biasanya ditemukan dalam saus teriyaki dan hidangan rebusan seperti sukiyaki. Ada beberapa jenis mirin yang perlu diperhatikan, seperti hon-mirin yang memiliki kadar alkohol tinggi dan mirin-fu chomiryo, pengganti mirin dengan kadar alkohol lebih rendah.

4. Angciu

Sebagai bagian dari kuliner Tiongkok, angciu atau Chinese red wine sering digunakan dalam masakan untuk menambah warna dan rasa khas. Banyak hidangan oriental, seperti babi panggang merah, yang menggunakan angciu sebagai bahan utama.

5. Shaoxing Wine

Shaoxing wine adalah arak beras khas Tiongkok yang sering digunakan dalam berbagai hidangan oriental seperti mapo tofu dan tumisan berbasis daging. Dengan rasa yang kuat dan sedikit manis, bahan ini sering disebut Chinese rice wine dalam daftar komposisi makanan.

6. Red Wine & White Wine

Baik anggur merah (red wine) maupun anggur putih (white wine) banyak digunakan dalam dunia kuliner untuk membuat saus yang kaya rasa. Misalnya, coq au vin dalam masakan Prancis menggunakan red wine sebagai bahan utama, sedangkan white wine sering digunakan dalam hidangan seafood.

7. Bir

Bir sering dipakai dalam adonan gorengan untuk menghasilkan tekstur yang lebih renyah atau sebagai bahan marinasi daging agar lebih empuk. Beberapa hidangan Eropa bahkan menggunakan bir sebagai bahan utama dalam saus dan rebusan.

8. Brandy

Brandy merupakan minuman hasil destilasi anggur yang kerap digunakan dalam kuliner, terutama dalam teknik flambé. Penggunaannya umum ditemukan dalam saus untuk daging dan dessert seperti crêpes suzette.

9. Whiskey

Whiskey tidak hanya digunakan dalam minuman, tetapi juga dalam masakan untuk menambah aroma dan rasa khas. Beberapa kue dan cokelat menggunakan whiskey sebagai bahan tambahan, meskipun dalam jumlah kecil.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan

10. Vodka

Vodka sering digunakan dalam saus pasta dan adonan kue untuk meningkatkan tekstur dan rasa. Contoh paling terkenal adalah vodka sauce dalam masakan Italia.

11. Liqueurs

Liqueurs, atau minuman beralkohol manis, sering digunakan dalam pembuatan dessert seperti tiramisu dan cokelat isi. Beberapa contoh liqueurs yang populer di dunia kuliner adalah Baileys, Kahlúa, dan Amaretto.

12. Vanilla Extract

Ekstrak vanila sering ditemukan dalam kue dan minuman. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa ekstrak vanila asli dibuat dengan merendam biji vanili dalam alkohol. Alternatifnya, vanilla flavoring atau vanilla bean powder bisa digunakan untuk menghindari kandungan alkohol.

13. Tequila

Dalam masakan khas Meksiko, tequila sering digunakan dalam saus dan marinasi daging untuk memberikan rasa yang unik. Selain tequila, istilah lain yang bisa muncul dalam daftar bahan adalah agave spirit atau mezcal.

14. Gin

Gin memiliki aroma segar yang sedikit pahit dan kerap digunakan dalam saus seafood serta makanan panggang. Kadang, istilah seperti juniper spirit atau botanical spirit digunakan untuk menyebut gin dalam daftar bahan makanan.

Kesimpulan

Memahami berbagai nama lain alkohol dalam makanan membantu kita lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman. Bagi yang ingin menghindari alkohol, baik karena alasan kesehatan maupun keyakinan, membaca label dengan cermat adalah langkah penting. Kini, dengan mengetahui istilah-istilah di atas, Anda bisa lebih waspada terhadap kandungan tersembunyi dalam produk makanan sehari-hari.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel