Serangan Drone Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang di Ukraina, Belasan Orang Tewas

Pekerja Tambang
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, hadir di lokasi yang terdampak serangan Rusia (Oleksandr Ratushniak, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Sedikitnya 12 orang tewas setelah sebuah bus yang membawa pekerja tambang menjadi sasaran serangan drone Rusia di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, pada Minggu (1/2/2026). Serangan tersebut juga menyebabkan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

Perusahaan energi Ukraina, DTEK, menyatakan seluruh korban merupakan karyawannya yang baru saja menyelesaikan shift kerja. Rekaman dari layanan darurat memperlihatkan bus dalam kondisi hangus terbakar, dengan kaca jendela pecah dan berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan terarah terhadap pekerja sektor energi yang merupakan warga sipil.

Advertisement

1. Ukraina tuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil

Otoritas Ukraina menuding serangan tersebut dilakukan dengan sengaja terhadap warga sipil. Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Serhii Beskrestnov, mengatakan sebuah drone Shahed pertama menghantam area dekat bus hingga kendaraan tersebut oleng dan menabrak pagar.

Baca Juga :  Mengenal Burevestnik, Rudal Nuklir Rusia yang Bisa Mengitari Bumi Sebelum Menyerang

Saat para penumpang yang terluka berusaha keluar dari bus, sebuah drone kedua kembali menyerang lokasi yang sama. Menurut Beskrestnov, operator drone diyakini sepenuhnya menyadari bahwa target tersebut bukan sasaran militer.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang datang meninjau lokasi kejadian, menyebut serangan itu sebagai kejahatan demonstratif dan bukti eskalasi konflik yang terus dilakukan Rusia.

2. Serangan Rusia juga menghantam rumah sakit dan permukiman

Selain insiden bus pekerja tambang, serangan drone Rusia juga dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia. Enam orang terluka dalam kejadian tersebut, termasuk dua perempuan yang sedang melahirkan.

Serangan lain juga terjadi di kawasan permukiman. Dua orang dilaporkan tewas di kota Dnipro, sementara seorang pria berusia 72 tahun terluka di Nikopol. Di wilayah lain, seorang perempuan berusia 59 tahun mengalami luka serius akibat tembakan artileri di Kherson, dan tiga orang lainnya terluka di Kharkiv.

Baca Juga :  Beberapa Paus Terdampar di Jepang Usai Tsunami Akibat Gempa Dahsyat Rusia

3. Serangan terjadi di tengah jeda musim dingin dan upaya diplomasi

Rangkaian serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui penghentian sementara serangan selama musim dingin. Kremlin menyatakan jeda tersebut akan berakhir pada Minggu (8/2/2026).

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina telah menggelar perundingan dengan Amerika Serikat di Abu Dhabi. Presiden Zelenskyy mengatakan putaran kedua perundingan dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Februari 2026 di lokasi yang sama. Meski demikian, perbedaan pandangan terkait wilayah pendudukan dan penarikan pasukan masih menjadi hambatan utama menuju kesepakatan damai. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel