7 Kesalahan Umum Pemula di Gym yang Bisa Menghambat Hasil Latihan

gym
Masih pemula di gym? Hati-hati, kesalahan kecil saat latihan bisa menghambat hasil dan memicu cedera tanpa disadari. ilustrasi (pexels.com/Jonathan Borba)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Saat pertama kali menjadi anggota gym, melakukan kesalahan saat berolahraga adalah hal yang wajar. Mulai dari salah menggunakan alat hingga belum memahami teknik gerakan yang benar. Namun, meski sudah berlatih beberapa minggu atau bulan, banyak orang masih tanpa sadar melakukan kesalahan dasar yang justru dapat menghambat progres, bahkan memicu cedera.

Agar latihan lebih efektif dan aman, berikut tujuh kesalahan umum yang sering dilakukan pemula di gym dan cara memperbaikinya.

1. Biceps curl tanpa memutar telapak tangan

Kesalahan yang sering terjadi saat biceps curl adalah tidak memutar telapak tangan ke atas di bagian akhir gerakan. Akibatnya, tekanan pada otot bisep tidak maksimal.

Advertisement

Teknik yang benar adalah memulai gerakan dengan telapak tangan menghadap ke samping tubuh. Saat mengangkat beban, putar lengan secara perlahan hingga telapak tangan menghadap ke atas. Gerakan memutar ini membantu memaksimalkan kerja otot bisep.

2. Romanian deadlift dilakukan terlalu cepat

Banyak orang terburu-buru saat melakukan Romanian deadlift sehingga otot tidak mendapatkan ketegangan yang cukup untuk tumbuh.

Lakukan gerakan secara terkontrol: turunkan beban selama tiga detik, tahan satu detik di posisi bawah, lalu angkat kembali dengan tenaga. Pastikan pantat didorong ke belakang dan dada condong ke depan agar otot paha belakang bekerja optimal.

Baca Juga :  4 Cara Menikmati Kopi Selama Bulan Puasa agar Tetap Sehat

3. Crunch dengan menarik leher

Kesalahan umum saat crunch adalah menarik kepala dan leher, bukan mengangkat tubuh bagian atas dengan otot perut. Hal ini bisa menyebabkan nyeri leher.

Untuk teknik yang benar, letakkan ujung jari di belakang kepala tanpa mengaitkan jari. Buka siku ke samping dan jaga bahu tetap rileks. Fokuskan tenaga pada otot perut saat mengangkat tubuh.

4. Posisi siku yang salah saat latihan dada

Menurunkan siku terlalu dalam saat bench press atau latihan dada lainnya dapat membebani sendi dan ligamen bahu, sehingga berisiko cedera.

Posisi yang lebih aman adalah menjaga siku sedikit di atas garis dada. Dengan begitu, tekanan tetap pada otot dada tanpa membahayakan sendi bahu.

5. Lat pull-down ditarik ke pangkuan

Banyak pemula menarik palang lat pull-down ke arah pangkuan dan menggunakan ayunan tubuh untuk membantu gerakan. Teknik ini justru bisa membahayakan bahu.

Cara yang benar, duduk tegak dengan paha terkunci di bawah bantalan. Condongkan tubuh sedikit ke belakang, aktifkan otot perut, lalu tarik palang ke arah dada sambil membuka dada.

Baca Juga :  Terungkap! Pasutri Produksi Skincare Ilegal di Rumah Mewah dengan Omzet Rp 1 Miliar per Bulan

6. Incline biceps curl dengan siku bergeser

Saat incline biceps curl, sering kali siku bergeser ke depan sehingga otot bisep tidak mendapatkan peregangan maksimal.

Pastikan siku tetap mengarah ke lantai selama gerakan. Tahan posisi tulang belikat dan dorong dada ke depan agar bisep berada dalam kondisi teregang dan bekerja lebih efektif.

7. Hanya fokus latihan kardio

Karena ragu menggunakan alat angkat beban, banyak pemula hanya mengandalkan treadmill atau sepeda statis. Padahal, kardio saja tidak cukup untuk membentuk tubuh, meningkatkan massa otot, atau mempercepat pembakaran lemak.

Agar hasil lebih optimal, kombinasikan latihan kardio dengan latihan beban atau ketahanan.

Latihan di gym akan memberikan hasil maksimal jika dilakukan dengan teknik yang benar. Mengevaluasi kembali gerakan dan kebiasaan latihan bisa membantu kamu terhindar dari cedera sekaligus mempercepat progres. Jika masih ragu, menyewa personal trainer di awal latihan bisa menjadi investasi yang tepat untuk kesehatan jangka panjang. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel