TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan tiga perguruan tinggi untuk mengkaji operasional tambang di Kabupaten Bogor. Ketiga perguruan tinggi itu adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, kajian tersebut menjadi bahan pertimbangan Pemprov Jawa Barat dalam menindaklanjuti operasional aktivitas tambang di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.
“Berkait operasional tambang, perizinannya ada di Pemprov Jabar. Tugas kami adalah memfasilitasi apa yang menjadi kehendak para pelaku usaha dan masyarakat,” kata Rudy, Senin (26/1/2026).
Rudy menjelaskan, kajian yang dilakukan ketiga universitas tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta beberapa universitas membuat kajian, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi masyarakat.
Menanggapi kemungkinan dibukanya kembali operasional tambang di Kabupaten Bogor, Rudy menegaskan pihaknya akan menunggu keputusan resmi dari Pemprov Jawa Barat. Setelah hasil kajian dipaparkan oleh beberapa universitas di hadapan Gubernur Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat akan segera menindaklanjuti langkah-langkah yang harus diambil.
“Dibuka atau tidaknya, karena kewenangan kemarin penutupan dari Pemprov Jabar, maka kami pun akan menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Meski demikian, Rudy menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak menutup diri terhadap investasi, termasuk di sektor pertambangan. Namun, ia mengingatkan seluruh kegiatan pembangunan harus mengedepankan aspek lingkungan.
“Harapan dari Pemkab Bogor, kami ingin segala aspek pembangunan apa pun, baik perumahan, pertambangan hari ini tidak boleh mengesampingkan aspek lingkungan,” tutupnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































