
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (25/1/2026). Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Luana yang terbentuk dari Bibit Siklon Tropis 91S.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Instagram BMKG, @infobmkg, Siklon Tropis Luana mulai terpantau sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini, siklon tersebut berada di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, tepatnya di sekitar daratan Australia.
BMKG menjelaskan bahwa dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Luana diperkirakan akan melemah menjadi sistem tekanan rendah (low) dan bergerak ke arah tenggara, menjauhi wilayah Indonesia. Meski demikian, dampak tidak langsung dari sistem ini masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di beberapa daerah.
Keberadaan Siklon Tropis Luana diprediksi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, angin kencang berpeluang terjadi di Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur.
Tak hanya itu, BMKG juga memperkirakan terjadinya gelombang laut dengan ketinggian sedang hingga sangat tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Barat hingga NTB, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, serta beberapa selat penting seperti Selat Bali dan Selat Lombok.
Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diprediksi melanda perairan selatan Bali hingga NTT, Laut Sawu, serta Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB. Adapun gelombang sangat tinggi dengan ketinggian mencapai 4 hingga 6 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir serta pelaku aktivitas pelayaran dan perikanan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diingatkan agar terus memantau informasi cuaca terbaru guna meminimalkan risiko akibat kondisi cuaca ekstrem. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































