Meningkatkan Kewaspadaan: CDC Taiwan Masukkan Virus Nipah ke Kategori 5

virus Nipah
ilustrasi virus Nipah. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Taiwan bersiap meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, menyusul laporan wabah terbaru di India. Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan atau CDC berencana memasukkan infeksi virus ini sebagai penyakit wajib lapor Kategori 5, sebuah langkah yang menandai seriusnya potensi risiko bagi kesehatan masyarakat.

Dikutip dari CNA, pejabat CDC Taiwan menjelaskan bahwa pihaknya telah merilis usulan perubahan aturan pengendalian penyakit menular pada 16 Januari 2026. Dalam dokumen tersebut, infeksi virus Nipah akan diklasifikasikan sebagai penyakit Kategori 5.

Sesuai prosedur, aturan ini masih harus melewati masa konsultasi publik selama 60 hari sebelum dapat diberlakukan secara resmi.

Advertisement

Sejak 2018, virus Nipah di Taiwan hanya berada dalam status pengawasan prioritas. Namun secara global, lebih dari 750 kasus telah tercatat sejak virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1998, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, yakni sekitar 58 persen.

Dalam sistem Taiwan, penyakit Kategori 5 mencakup infeksi baru atau langka yang menimbulkan risiko besar terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, penyakit ini memerlukan pelaporan segera dan penerapan langkah pengendalian khusus.

Baca Juga :  Kenapa Vaksin HPV Direkomendasikan Sebelum Nikah dan Setelah Melahirkan? Ini Faktanya

Sementara itu, di India, pemerintah setempat tengah berupaya menahan penyebaran virus Nipah di negara bagian Benggala Barat. Hingga 19 Januari 2026, lima kasus infeksi telah dikonfirmasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan, Lin Ming-cheng.

Meski Taiwan menaikkan kewaspadaan, Lin menegaskan bahwa peringatan perjalanan masih berada pada level 2 atau “kuning” untuk negara bagian Kerala di barat daya India, wilayah yang dikenal sebagai endemik virus Nipah.

“Belum ada peringatan perjalanan yang dikeluarkan untuk Benggala Barat maupun wilayah lain di India,” jelas Lin.

Dalam sistem peringatan perjalanan empat tingkat di Taiwan, level 2 kuning berarti pelancong dianjurkan meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan, namun belum ada pembatasan perjalanan.

Lin menambahkan, status peringatan perjalanan akan disesuaikan dengan perkembangan wabah. Jika penularan mulai terjadi di komunitas, tingkat peringatan bisa dinaikkan. Namun jika kasus tetap terbatas di lingkungan rumah sakit, wisatawan hanya disarankan menghindari fasilitas medis di wilayah terdampak.

Baca Juga :  45 Jemaah Umrah India Tewas dalam Kecelakaan Bus di Madinah, Satu Orang Selamat

Ia juga mengingatkan bahwa kelelawar pemakan buah adalah sumber alami virus Nipah. Kelapa yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar disebut berisiko menularkan infeksi. Karena itu, Lin mengimbau para pelancong ke India untuk menghindari makanan dan minuman mentah atau tidak dipanaskan, terutama jus kelapa mentah.

CDC Taiwan menjelaskan, virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan terinfeksi, seperti kelelawar dan babi, maupun melalui droplet pernapasan atau kontak langsung dengan cairan tubuh. Penularan antarmanusia yang terbatas juga telah dilaporkan.

Gejala infeksi virus Nipah sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gangguan pernapasan akut, hingga ensefalitis yang dapat berakibat fatal.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel