
TIMETODAY.ID, BOGOR – Demi keselamatan perjalanan kereta api dan warga, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memasang palang pintu sementara di pelintasan sebidang MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Langkah darurat ini diambil untuk mencegah kecelakaan di lokasi yang selama ini kerap menelan korban jiwa akibat pengendara yang nekat menerobos saat kereta melintas.
Manajer Humas KAI Daop I, Franoto, mengatakan pemasangan palang pintu sementara itu mulai berlaku seiring penempatan petugas penjaga di lokasi.
“Kita pasang palang pintu sementara dan juga disiapkan petugas penjaganya,” kata Franoto, Selasa (23/6/2026).
Ia menegaskan, langkah itu diambil murni demi keselamatan, baik bagi perjalanan kereta api maupun warga yang melintas di sekitar lokasi tersebut.
“Tujuannya untuk keselamatan perjalanan KA dan warga masyarakat,” ujar Franoto.
Pemasangan palang berwarna merah putih itu dilakukan di kedua sisi jalur, baik dari arah Pasar Anyar maupun sebaliknya. KAI juga menempatkan petugas khusus berseragam oranye yang bertugas menarik tali penghubung palang setiap kali kereta melintas. Dengan keberadaan palang dan petugas tersebut, pengendara kini terlihat lebih tertib dan berhenti di belakang palang saat kereta lewat menuju maupun dari arah Bogor.
Solusi Permanen Menyusul pada 2027
Pemasangan palang ini menjadi langkah mitigasi jangka pendek sembari menunggu realisasi solusi permanen berupa flyover di lokasi yang sama. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pembangunan flyover di pelintasan MA Salmun mulai dilaksanakan pada 2027.
Kepastian itu disampaikan menyusul peninjauan langsung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin ke lokasi pelintasan pada pertengahan Juni 2026.
“Tadi kami survei juga ke Jalan MA Salmun, dan itu masuk intervensi untuk tahun 2027 dibangunkan flyover,” ujar Jenal beberapa waktu lalu.
Dari hasil tinjauan tersebut, rencana penutupan permanen jalur pelintasan MA Salmun yang sebelumnya sempat diwacanakan akhirnya dibatalkan, mengingat akses itu merupakan jalur vital yang banyak digunakan warga.
“Alhamdulillah, akhirnya ditutup enggak jadi, tapi dibangunkan flyover. Ini kan luar biasa dampak dari kunjungan DPR RI,” kata Jenal.
Selain dapat dilintasi pejalan kaki, jembatan layang itu nantinya juga bisa digunakan pengendara sepeda motor untuk menyeberang.
Dengan kombinasi palang pintu sementara saat ini dan rencana flyover pada 2027, KAI dan pemerintah berharap risiko kecelakaan di pelintasan MA Salmun dapat ditekan secara bertahap hingga solusi permanen terwujud.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































