TIMETODAY.ID, JAKARTA — Keputusan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah hiruk-pikuk Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. Rencana penerapan tarif masuk sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang sebelumnya ia anggap menghambat ambisinya terkait Greenland, kini resmi dibatalkan. Padahal, kebijakan tarif tersebut semula dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari mendatang.
Pembatalan itu diumumkan Trump melalui akun media sosial Truth Social, tak lama setelah dirinya bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di sela-sela agenda WEF.
“Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” tulis Trump, dikutip Kamis (22/1/2026).
Pertemuan antara Trump dan Rutte menjadi titik balik dari ketegangan yang sempat mengemuka. Dalam diskusi tersebut, kedua tokoh membahas kemungkinan kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, wilayah yang selama ini menjadi sorotan strategis Amerika Serikat.
Trump menilai dialog dengan mantan Perdana Menteri Belanda itu berlangsung produktif. Ia menyebut, pembicaraan tersebut menghasilkan kesepahaman awal mengenai arah perjanjian yang lebih luas, tidak hanya menyangkut Greenland, tetapi juga kawasan Arktik secara keseluruhan.
“Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif yang telah saya lakukan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan sehubungan dengan Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik,” kata Trump.
Ia pun menambahkan bahwa jika perjanjian tersebut dapat difinalisasi, manfaatnya akan dirasakan secara luas. Trump menegaskan, kesepakatan itu tidak hanya menguntungkan Amerika Serikat, tetapi juga seluruh negara anggota NATO.
Langkah Trump ini menandai perubahan sikap signifikan di tengah dinamika geopolitik Arktik yang kian memanas, sekaligus meredam potensi gesekan dagang antara Washington dan negara-negara Eropa.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































