PVMBG Catat Erupsi Gunung Ibu Halmahera Barat, Durasi 49 Detik

Gunung Ibu
Aktivitas erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, terpantau pada Rabu (21/1/2026). Foto: PVMBG

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Siang itu, aktivitas di sekitar Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali diwarnai tanda-tanda alam yang tak bisa diabaikan. Pada Rabu (21/1/2026) pukul 12.01 WIT, gunung api tersebut kembali melepaskan erupsi, menegaskan bahwa dapur magmanya masih aktif.

Getaran erupsi terekam jelas oleh alat pemantau seismik. Darsono Haji Muhammad Nur, Petugas Pengamatan Gunung Ibu, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik tersebut terdeteksi melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 49 detik. Meski demikian, kolom abu tidak terlihat secara kasatmata dari pos pengamatan.

“Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Rabu, 21 Januari 2026, pukul 12:01 WIT. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 49 detik,” tulis @badangeologi dikutip Rabu (21/1/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Letusan Pagi Gunung Ibu Guncang Halmahera Barat, Kolom Abu Capai 300 Meter

Merespons erupsi tersebut, otoritas mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat sekitar, pengunjung, maupun wisatawan. Aktivitas di dalam radius dua kilometer dari kawah diminta dihentikan sementara.

Selain itu, zona bahaya diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara kawah aktif Gunung Ibu.

Warga juga diingatkan untuk mewaspadai kemungkinan hujan abu. Penggunaan masker dan kacamata pelindung sangat disarankan bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan dampak paparan abu vulkanis terhadap pernapasan dan mata.

Di tengah situasi ini, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran hoaks terkait aktivitas Gunung Ibu dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Baca Juga :  PT KAI Mulai Uji Coba Penambahan Jadwal Perjalanan LRT Jabodebek

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus menjalin koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici.

Langkah ini penting untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas gunung api dapat segera diinformasikan kepada masyarakat secara akurat dan tepat waktu.

Erupsi siang itu kembali menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan gunung api membutuhkan kewaspadaan, disiplin, dan kepercayaan pada informasi resmi agar keselamatan bersama tetap terjaga.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel