Skor Integritas Pemkab Bogor Naik, KPK Soroti Tata Kelola dan Pertambangan

KPK
Direktur Korsup Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II mencatat peningkatan skor integritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam evaluasi tata kelola pemerintahan tahun 2025. Hasil evaluasi menunjukkan skor integritas Pemkab Bogor naik menjadi 73,8, dibandingkan 71,2 pada 2024.

Direktur Korsup Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, mengatakan evaluasi ini mencakup delapan area tata kelola pemerintahan, termasuk integritas, pengadaan barang dan jasa, perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan aset daerah.

Baca Juga :  Tiap Tahun Bertambah, Harta Kekayaan Bos PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Bikin Melongo!

“Kami mengevaluasi tata kelola pemerintahan tahun 2025, salah satunya pengelolaan integritas. Skor integritas Kabupaten Bogor meningkat menjadi 73,8,” ujar Bahtiar saat ditemui di Cibinong, Selasa (20/1/2026).

Advertisement

Menurut Bahtiar, dari 50 kabupaten/kota dan provinsi yang dievaluasi Korsup Wilayah II, beberapa daerah justru mengalami penurunan kualitas tata kelola, khususnya pada sektor pengadaan, perencanaan, dan penganggaran.

Meski begitu, Bahtiar menilai komitmen kepala daerah menjadi kunci perbaikan. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan keseriusannya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan Kabupaten Bogor pada 2026.

Baca Juga :  Atasi Banjir di Wilayah Timur, Pemkab Bogor Bangun Embung dan Normalisasi Sungai

“Pak Bupati menyampaikan komitmen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan Kabupaten Bogor agar lebih baik,” kata Bahtiar.

Selain tata kelola umum, Bahtiar juga menyoroti sektor pertambangan yang dinilai sebagai salah satu permasalahan strategis di Kabupaten Bogor. Aktivitas pertambangan berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan yang berpotensi membebani anggaran daerah.

“Jika lingkungan terdampak, pemerintah harus menganggarkan perbaikan. Karena itu, dampak tersebut harus diminimalisir sejak awal,” ujar Bahtiar.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel