
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerhati dan aktivis pendidikan Heru B Setyawan menyambut baik imbauan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah tidak lagi mengerahkan siswa untuk menyambut kunjungan kerja pejabat. Menurutnya, pengerahan siswa justru menimbulkan banyak dampak negatif bagi proses pendidikan.
“Setuju banget atas ide Pak Presiden Prabowo, karena hal itu menurut saya dapat mengganggu proses belajar mengajar, cara yang bersifat feodal pemimpin yang gila hormat,” kata Heru, Kamis (20/11/2025).
Heru menilai aktivitas penyambutan pejabat tidak produktif karena tidak berkaitan dengan proses pendidikan. Kegiatan itu juga dinilai dapat mengacaukan jadwal mengajar guru dan berpotensi memicu kemacetan.
Terkait efektivitas imbauan tanpa regulasi resmi, Heru menilai hal itu tidak diperlukan.
“Gak perlu, karena sekarang suara dari presiden sangat kuat,” katanya.
Menurutnya, materi yang disampaikan presiden saat kunjungan bisa dijadikan tugas dalam berbagai mata pelajaran, mulai dari Bahasa Indonesia hingga Pendidikan Pancasila.
“Lebih baik, murid disuruh menulis apa-apa yang dibicarakan oleh presiden saat kunjungan kerja,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan imbauan tersebut saat meresmikan jembatan, flyover, dan underpass di Jembatan Kabanaran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/11/2025). Dia mengaku khawatir kegiatan penyambutan mengganggu waktu belajar siswa.
“Ini juga saya khawatir nanti bisa mengurangi waktu jam sekolah mereka. Tapi, saya sangat terkesan, saya sangat terharu atas sambutan-sambutan itu, hanya saya berpikir kasihan kalau mereka terlalu lama menunggu. Dan kadang-kadang konvoi saya lajunya cepat sehingga saya tidak ada waktu untuk berdiri menyambut mereka,” ujar Prabowo.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































