Apa yang Terjadi Jika Teh Celup Direndam Semalaman? Ini Kata Dokter

teh celup
ilustrasi teh celup. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Minum teh celup memang praktis. Cukup rendam kantong teh beberapa menit dalam air panas, teh siap dinikmati. Namun, tren yang muncul di kalangan penikmat teh justru sebaliknya: beberapa orang sengaja merendam teh celup lebih lama, bahkan hingga semalaman, demi mendapatkan rasa lebih kuat. Praktik ini ternyata tak selalu aman.

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menekankan bahwa keamanan teh celup tidak hanya ditentukan jenis tehnya, tetapi juga oleh bahan kantong, cara penyeduhan, dan lamanya teh dibiarkan sebelum diminum.

“Batas waktu konsumsi menjadi faktor paling penting agar teh tetap aman dan tidak menjadi sumber pertumbuhan bakteri atau zat berbahaya,” ujar Johanes mengutip dari  CNNIndonesia.com, Senin (19/1/2026).

Advertisement

Johanes menjelaskan, kantong teh dibuat dari berbagai bahan. Ada yang berbahan plastik seperti nilon atau polipropilena, ada pula yang berbasis kertas. “Kalau ada yang bahan plastik, ada juga yang bahannya seperti kertas, ya.

Baca Juga :  21 Mei Hari Teh Internasional: Sejarah, Makna, dan Cara Merayakannya

Nah, itu berbeda risiko kesehatannya. Karena kalau bahan yang plastik, itu nanti dapat melepaskan beribu-ribu bahkan berjuta-juta mikroplastik ke dalam tehnya,” katanya.

Mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan, termasuk peradangan, gangguan saluran cerna, hingga kerusakan DNA yang berpotensi memicu kanker.

Sementara kantong teh berbahan kertas pun tidak sepenuhnya bebas risiko. Beberapa kertas mengandung zat pemutih (bleaching agents) yang bisa larut ke dalam teh saat terkena air panas.

Selain kantong teh, kualitas daun teh juga menjadi faktor penting. Teh celup biasanya menggunakan daun teh yang sudah dihancurkan sehingga antioksidan dan minyak esensialnya lebih rendah dibanding teh daun utuh. Kualitas rendah ini juga meningkatkan risiko residu pestisida atau kontaminan lainnya.

Baca Juga :  Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda-Tanda Alergi Nanas yang Perlu Diwaspadai

Johanes juga mengingatkan soal teh celup berperisa. “Rasa buah atau aroma tertentu biasanya berasal dari bahan tambahan sintetis yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh,” ujarnya.

Sementara itu, waktu konsumsi teh menjadi hal krusial. “Teh sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama setelah diseduh. Kalau tidak habis, dalam kondisi bersih kita simpan di kulkas. Jangan dibiarkan pada suhu ruangan. Sebaiknya dikonsumsi dalam jangka waktu 2 sampai 4 jam setelah dibuat. Jangan dibiarkan lama-lama pada suhu ruangan,” jelas Johanes.

Jika dibiarkan semalaman, risiko kontaminasi bakteri meningkat. Salah satu tanda teh yang terkontaminasi adalah munculnya lapisan seperti minyak di permukaan. Johanes menegaskan, kondisi ini bisa memicu diare, sakit perut, dan gangguan pencernaan, terutama pada orang yang sensitif.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel