Update Awal 2026 Windows 11 Bermasalah, PC Malah Restart Saat Dipilih Shutdown

Windows 11
ilustrasi laptop di Shutdown. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Alih-alih membawa rasa aman, pembaruan keamanan perdana Windows 11 di awal 2026 justru memicu keresahan di kalangan pengguna. Microsoft yang merilis update rutin pada 13 Januari 2026, terpaksa kembali bergerak cepat hanya empat hari berselang dengan meluncurkan pembaruan darurat di luar jadwal. Penyebabnya adalah serangkaian bug serius yang berdampak langsung pada fungsi dasar sistem operasi.

Salah satu gangguan yang paling banyak dikeluhkan pengguna adalah kegagalan Windows 11 untuk benar-benar mati.

Pada sejumlah perangkat, sistem justru melakukan restart otomatis ketika pengguna memilih opsi shutdown atau mencoba masuk ke mode hibernasi. Perilaku ini tentu mengejutkan, terutama bagi pengguna laptop yang bergantung pada manajemen daya.

Advertisement

Masalah tersebut dilaporkan muncul setelah pemasangan pembaruan keamanan KB5073455 pada Windows 11 versi 23H2.

Gangguan serupa juga ditemukan pada pembaruan KB5074109 yang dirilis untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2, meski tidak semua pengguna mengalami dampak yang sama.

Dalam penjelasan resminya, Microsoft mengonfirmasi bahwa bug ini hanya terjadi pada perangkat dengan konfigurasi keamanan tertentu. Secara khusus, gangguan muncul pada sistem yang mengaktifkan fitur Secure Launch.

Baca Juga :  PHK Ribuan Karyawan, Bos Xbox Ungkap Alasan di Balik Keputusan Sulit

Secure Launch merupakan bagian dari teknologi Virtualization-Based Security (VBS) yang telah diperkenalkan sejak era Windows 10. Fitur ini mengandalkan teknologi Dynamic Root of Trust for Measurement (DRTM) berbasis perangkat keras guna menjaga integritas sistem sejak proses booting paling awal.

Melalui mekanisme ini, sistem diperbolehkan melakukan boot awal dengan kode yang belum sepenuhnya tepercaya, sebelum seluruh CPU dialihkan ke kondisi aman untuk memverifikasi tidak adanya kode berbahaya di level firmware.

Fitur Secure Launch bekerja berdampingan dengan Secure Boot untuk menghadirkan perlindungan berlapis.

Perangkat yang menggunakan konfigurasi keamanan ini umumnya dikategorikan sebagai Secured-core PC, yang banyak digunakan di lingkungan bisnis dan enterprise karena menawarkan proteksi ekstra terhadap serangan tingkat rendah.

Akibat bug tersebut, proses pematian sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saat pengguna memilih shutdown dari menu Windows, perangkat justru melakukan restart otomatis. Selain itu, mode hibernasi juga dilaporkan tidak berfungsi pada sistem yang terdampak.

Baca Juga :  Tarif Trump Bikin Apple Kena Getah, Microsoft Cuan Jalan Terus

Microsoft mengakui bahwa hingga kini belum tersedia solusi sementara untuk mengatasi masalah hibernasi. Perusahaan masih melakukan penyelidikan internal guna menemukan akar permasalahan sebelum merilis perbaikan permanen.

Sebagai langkah darurat, Microsoft menyarankan pengguna untuk mematikan PC menggunakan perintah manual melalui Command Prompt. Pengguna dapat membuka Command Prompt dengan mengetik “cmd” di kolom pencarian Windows, lalu menjalankan perintah berikut:

shutdown /s /t 0

Perintah tersebut akan memaksa sistem mati sepenuhnya tanpa melalui mekanisme shutdown standar yang saat ini bermasalah.

Microsoft memastikan tim pengembangnya tengah bekerja menyiapkan perbaikan permanen yang akan disalurkan melalui pembaruan Windows selanjutnya.

Sambil menunggu patch resmi, pengguna disarankan untuk rutin menyimpan pekerjaan dan mencadangkan data, terutama bagi pengguna laptop yang berisiko kehabisan daya akibat sistem gagal mati.

Pengguna Windows 11 juga dianjurkan memeriksa pengaturan sistem untuk mengetahui apakah fitur Secure Launch aktif di perangkat mereka. Jika gangguan terus berlanjut, pengguna dapat menghubungi layanan dukungan Microsoft untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut, sebagaimana dilaporkan Neowin.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel