Prancis Ikut Latihan Militer NATO di Greenland di Tengah Ketegangan dengan AS

Prancis
Prancis berpartisipasi dalam latihan militer bersama Denmark serta anggota NATO lain di kawasan perairan Greenland. Foto: Ist

TIMETODAY.ID, JAKARTA Prancis memastikan keikutsertaannya dalam latihan militer gabungan bersama Denmark dan sejumlah negara anggota NATO di wilayah perairan Greenland. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Denmark menyatakan akan meningkatkan kehadiran militer di Greenland dengan melibatkan negara-negara sekutu NATO. Langkah ini dilakukan melalui latihan gabungan yang difokuskan pada penguatan keamanan kawasan Arktik.

Latihan tahun ini mencakup sejumlah skenario, mulai dari pengamanan infrastruktur vital, pemberian bantuan kepada otoritas Greenland termasuk kepolisian, penerimaan dan penempatan pasukan sekutu, pengerahan jet tempur, hingga operasi angkatan laut.

Advertisement

“Atas permintaan Denmark, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan berpartisipasi dalam latihan bersama yang diselenggarakan oleh Denmark di Greenland, Operasi Arctic Endurance,” ujar Macron, dikutip dari Sputnik.

Baca Juga :  Perang AS-Iran Memanas, Chuck Schumer Sebut Trump Langgar Konstitusi

Latihan militer tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.

Trump menilai pulau besar di kawasan Arktik itu memiliki nilai strategis penting bagi keamanan nasional AS dan pertahanan dunia Barat dari ancaman Rusia dan China.

Greenland sendiri merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009.

Situasi semakin memanas setelah Trump, pada Sabtu (17/1/2026), melancarkan langkah tekanan ekonomi terhadap negara-negara Eropa yang menolak ambisinya atas Greenland. Ia mengumumkan pengenaan tarif tambahan terhadap negara-negara tersebut, yang menurutnya telah mengirim pasukan ke Greenland.

Baca Juga :  Arab Saudi dan Amerika Serikat Siap Teken Sejumlah Perjanjian Besar di Washington

Trump menetapkan tarif impor tambahan sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang disebutnya sebagai “pembangkang”, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Melalui akun Truth Social, Trump menyatakan tarif tersebut akan mulai berlaku pada 1 Februari 2026 untuk seluruh produk dari negara-negara tersebut. Bahkan, tarif direncanakan meningkat menjadi 25 persen mulai 1 Juni 2026 dan akan terus diberlakukan hingga Amerika Serikat berhasil menguasai Greenland.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel