TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setelah beberapa bulan gencatan senjata rapuh, bayang-bayang perang kembali menyelimuti Jalur Gaza. Israel dilaporkan tengah menyiapkan operasi militer baru yang lebih luas, yang direncanakan dimulai pada Maret 2026.
Surat kabar Times of Israel, mengutip sumber pejabat negara Arab, melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah merancang skema serangan intensif ke Gaza. Operasi ini disebut bertujuan memperluas wilayah kendali militer Zionis di dalam area yang dikenal sebagai “garis kuning”.
Serangan tersebut, menurut sumber yang sama, akan difokuskan ke Kota Gaza di wilayah utara. Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong batas demarkasi tidak resmi yang selama ini menjadi bagian dari gencatan senjata tahap pertama.
Cakupan operasi itu juga akan diperluas ke arah barat hingga menyentuh kawasan pesisir. Jika rencana ini terealisasi, wilayah yang berada di bawah kendali Israel akan menjadi lebih luas dibandingkan kondisi saat gencatan senjata tahap pertama diberlakukan pada 10 Oktober 2025.
Namun, seorang diplomat Arab menegaskan bahwa operasi berskala besar tersebut tidak akan bisa dijalankan tanpa dukungan dari Amerika Serikat.
Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak meyakini kelompok perlawanan Palestina, Hamas, akan benar-benar melucuti senjatanya. Karena itu, Netanyahu dikabarkan telah menginstruksikan IDF untuk menyiapkan rencana operasi yang sesuai dengan kemungkinan terburuk.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan rencana dimulainya gencatan senjata tahap kedua di Gaza. Fase ini mencakup pembentukan pemerintahan transisi baru serta pelucutan senjata Hamas.
Pada tahap ini pula, akan dikerahkan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) ke wilayah Gaza. Trump juga disebut akan mengumumkan secara resmi fase baru gencatan senjata tersebut dalam waktu dekat.
Di tengah rencana diplomatik itu, laporan mengenai persiapan serangan baru Israel kembali menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya eskalasi besar di Gaza, yang selama ini masih berada dalam situasi kemanusiaan yang rapuh.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































