Tips Menyimpan Karpet Agar Awet dan Bebas Bau Tak Sedap

karpet
ilustrasi merawat karpet. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Masa liburan telah usai. Seiring kembalinya rutinitas harian, berbagai perlengkapan rumah yang sempat digunakan untuk menyambut tamu—termasuk karpet—mulai disimpan kembali. Bagi sebagian orang, karpet hanya dikeluarkan pada momen tertentu agar tetap awet dan tidak cepat kotor.

Namun, niat menyimpan karpet justru kerap berujung masalah. Tak jarang, karpet yang lama tersimpan mengeluarkan bau apek saat hendak digunakan kembali, meskipun sudah dibungkus plastik rapat. Kondisi ini umumnya terjadi akibat cara penyimpanan yang kurang tepat serta perawatan yang tidak optimal.

Debu dan sisa kelembapan dapat terperangkap di serat karpet, menciptakan lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri berkembang. Akibatnya, aroma tak sedap pun muncul dan sulit dihilangkan.

Advertisement
Baca Juga :  Rumah Bisa Rusak Gara-Gara Pohon, Hindari 6 Tanaman Ini

Mengutip Southern Living, berikut sejumlah cara merawat karpet agar tetap segar dan tidak berbau selama masa penyimpanan.

Pastikan Karpet Bersih Sebelum Disimpan

Langkah paling penting adalah memastikan karpet benar-benar bersih sebelum disimpan. Mencuci karpet bukan perkara sepele, sebab setiap bahan memiliki karakter berbeda. Kesalahan mencuci justru dapat merusak serat karpet.

Karena itu, membawa karpet ke jasa pencucian khusus menjadi pilihan paling aman. Selain bersih maksimal, risiko bau apek saat disimpan pun bisa diminimalkan.

Bersihkan Secara Berkala dengan Penyedot Debu

Jika karpet sudah terlanjur disimpan, sesekali mengeluarkannya untuk dibentangkan dan dibersihkan tetap disarankan. Gunakan penyedot debu kering untuk mengangkat debu yang menempel, sekaligus menjaga serat karpet agar tidak kaku atau berubah bentuk.

Baca Juga :  Ordinariatus Castrensis Indonesia Ikut Serta Perdana dalam SAGKI 2025

Segera Tangani Noda

Noda yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi sumber bau tak sedap. Setelah karpet digunakan, pastikan tidak ada noda cair atau noda berwarna yang tertinggal. Bersihkan permukaan karpet dengan kain lembap atau tisu, lalu usap perlahan agar teksturnya tidak rusak.

Untuk noda membandel, air yang dicampur sedikit soda kue atau sabun cuci piring dapat digunakan. Sementara itu, untuk mengatasi bau apek akibat jamur dan bakteri, semprotkan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1 ke permukaan karpet menggunakan botol semprot.

Dengan perawatan dan penyimpanan yang tepat, karpet tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap segar saat digunakan kembali pada momen-momen penting berikutnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel