TIMETODAY.ID, JAKARTA — Awal tahun 2026 menghadirkan satu fenomena langit yang layak ditunggu: Wolf Moon atau Bulan Serigala, yang akan muncul pada 3 Januari mendatang. Fenomena ini bukan hanya menyuguhkan pemandangan malam yang memukau, tapi juga menyimpan kisah ilmiah dan budaya yang menarik untuk diketahui.
Wolf Moon adalah sebutan bagi bulan purnama pertama setiap Januari. Tahun ini, Bulan Serigala muncul pada jarak yang relatif lebih dekat dengan Bumi, membuatnya tampak lebih besar dan lebih terang dibanding biasanya. Hal ini tentu menambah keindahan bagi pengamat di langit malam.
Asal-usul nama “Wolf Moon” sendiri menarik. Suku Algonqoin di Amerika Utara menamakannya demikian karena pada bulan purnama pertama Januari, suara serigala yang lapar sering terdengar melolong di malam bersalju, saat persediaan makanan menipis.
Di berbagai budaya lain, bulan purnama Januari juga dikenal dengan nama Quiet Moon, Center Moon, atau Severe Moon, masing-masing mencerminkan tradisi dan kondisi alam setempat.
Secara astronomi, bulan purnama terjadi saat Matahari dan Bulan berada di sisi berlawanan Bumi, sehingga seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi terlihat terang sepenuhnya. Di Indonesia, khususnya Jakarta, fenomena Wolf Moon dapat mulai diamati sekitar pukul 17.03 WIB, dengan catatan langit cerah.
Selain keindahan visual, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung hingga 9 Januari 2026, agar fenomena alam ini dapat dinikmati dengan aman.
Wolf Moon bukan sekadar tontonan malam hari; ia merupakan pengingat akan keajaiban alam dan tradisi budaya yang mengiringi setiap perjalanan Bulan di langit kita.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































