Guardiola Soroti Nasib Manajer di Premier League

guardiola
Chelsea dan Manchester United sama-sama memecat manajer di awal tahun. Pep Guardiola menilai profesi pelatih kini makin sulit karena hasil instan jadi segalanya. (Foto: Getty Images)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Dua klub top Premier League, Chelsea dan Manchester United, sama-sama mencopot manajer di awal tahun 2026. Situasi ini kembali menegaskan betapa rapuhnya posisi seorang pelatih di level tertinggi sepakbola Inggris.

Chelsea lebih dulu mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca pada 1 Januari. Empat hari berselang, Manchester United menyusul dengan mendepak Ruben Amorim. Keduanya dipicu masalah serupa: hasil di lapangan yang tak konsisten dan ketegangan dengan jajaran petinggi klub.

Kondisi ini menegaskan sulitnya kedua raksasa tersebut membangun stabilitas. Sejak 2018, hanya Antonio Conte yang mampu bertahan lebih dari dua tahun di kursi manajer Chelsea. Manchester United pun bernasib mirip. Pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013, hanya Ole Gunnar Solskjaer yang bisa bertahan cukup lama, nyaris tiga tahun atau sekitar 35 bulan.

Advertisement
Baca Juga :  Enzo Maresca Senang Pulang ke Italia Saat Chelsea Tantang Atalanta di Liga Champions

Manajer Manchester City Pep Guardiola ikut angkat bicara. Menurutnya, para manajer saat ini semakin minim mendapat waktu untuk membangun tim dan mengimplementasikan ide-idenya.

“Merupakan sebuah fakta bahwa para manajer semakin dapat sedikit waktu dibanding sebelumnya. Kita melihat yang terjadi dengan Enzo juga,” kata Guardiola, dikutip dari Metro.

“Saya cuma punya rasa hormat ke para pemain dan institusi di Chelsea dan Man United. Saya cuma bisa bilang Ruben itu manajer top,” lanjutnya.

Guardiola menilai, hasil pertandingan kini menjadi satu-satunya tolok ukur. Proses dan waktu kerap tak lagi dipertimbangkan.

Baca Juga :  Firman Soebagyo Kecewa Pelaku Usaha Tak Bantu Korban Bencana, Desak Evaluasi Izin Hutan & Perkebunan

“Tidak ada satu pun negara tempat para manajer aman kalau tidak memenangi laga, tidak ada pengecualian. Semua manajer direkrut karena ide-idenya dan dipecat karena hasil-hasilnya. Terkadang Anda butuh proses dan waktu,” ujarnya.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyinggung betapa tipisnya margin di sepakbola level atas. Menurutnya, hasil berbeda di beberapa laga saja bisa mengubah persepsi secara drastis.

“Manchester United imbang tiga kali di kandang dan lawan-lawannya tampil luar biasa, Everton, Bournemouth. Dengan hasil yang berbeda, mereka bakal dekat dengan Arsenal, jadi perbedaannya itu terkadang sangat-sangat tipis.”

(MG7)

 

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel