
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Popularitas chatbot berbasis kecerdasan buatan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak OpenAI merilis ChatGPT sekitar 2022, penggunaan AI kian meluas mulai dari membantu mengerjakan tugas sekolah dan kuliah, menyusun rencana perjalanan, hingga sekadar menjadi tempat berbagi cerita.
Seiring waktu, pilihan chatbot pun semakin beragam. Selain ChatGPT, ada Gemini dari Google serta Meta AI yang bisa diakses lewat WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Dari sekian banyak opsi, Meta AI dan ChatGPT menjadi dua chatbot yang paling sering digunakan. Lalu, di antara keduanya, mana yang lebih unggul?
Berikut perbandingan Meta AI dan ChatGPT berdasarkan beberapa fungsi yang kerap digunakan sehari-hari.
Ringkas Teks Panjang
Dalam uji coba meringkas teks panjang, ChatGPT cenderung menghasilkan ringkasan yang padat dan menyeluruh. Teks ratusan kata dapat diringkas menjadi satu paragraf singkat yang memuat inti pembahasan.
Sementara itu, Meta AI memberikan ringkasan dengan fokus tertentu. Dalam beberapa kasus, informasi yang disajikan justru terlalu spesifik dan kurang mencerminkan keseluruhan isi teks, sehingga konteks utama bisa terlewat.
Kecepatan Respons dan Gaya Bahasa
Meta AI unggul dalam hal kecepatan. Jawaban biasanya muncul dalam hitungan detik dengan format poin-poin yang ringkas. Namun, gaya bahasanya cenderung formal dan kaku, sehingga pengguna perlu memberi perintah tambahan jika ingin jawaban yang lebih santai.
Sebaliknya, ChatGPT terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons. Meski begitu, gaya bahasanya lebih cair dan menyerupai percakapan sehari-hari, sehingga terasa lebih nyaman dibaca.
Membuat Rencana Perjalanan
Untuk urusan itinerary liburan, keduanya sama-sama bisa diandalkan. Saat diminta menyusun rencana perjalanan ke Jepang selama 7 hari 6 malam, Meta AI dan ChatGPT sama-sama menyajikan jadwal harian lengkap dengan rekomendasi tempat wisata.
Keduanya juga mampu memberikan informasi rute perjalanan, jenis transportasi, hingga estimasi waktu tempuh, sehingga cukup membantu bagi wisatawan yang sedang menyusun rencana liburan.
Jadi Teman Curhat
Fungsi chatbot sebagai “teman curhat” juga semakin populer. Baik ChatGPT maupun Meta AI mampu merespons dengan kalimat yang menenangkan dan empatik ketika pengguna menyampaikan perasaan marah atau sedih.
Selain memberi kata-kata penguatan, keduanya juga bisa menyarankan aktivitas positif untuk mengelola emosi. Bahkan, chatbot ini dapat membantu pengguna memahami perasaan mereka lebih dalam jika diminta.
Membantu Persiapan Wawancara
ChatGPT dan Meta AI juga kerap dimanfaatkan untuk menyusun daftar pertanyaan wawancara kerja. Keduanya mampu membuat simulasi pertanyaan dan jawaban berdasarkan topik tertentu.
Hasilnya memang berbeda, tetapi sama-sama cukup relevan untuk bahan latihan, terutama jika prompt atau perintah disusun secara rinci.
Membuat Gambar AI
Dalam hal pembuatan gambar, ChatGPT dinilai lebih unggul dari segi detail dan kualitas visual. Namun, prosesnya membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika prompt yang diberikan cukup kompleks.
Meta AI, di sisi lain, menawarkan kecepatan. Gambar dapat dihasilkan hanya dalam beberapa detik, bahkan pengguna bisa mengubahnya menjadi animasi sederhana. Aksesnya pun relatif lebih bebas tanpa batasan ketat.
Pilih Sesuai Kebutuhan
Dari perbandingan ini, tak ada jawaban mutlak soal mana chatbot terbaik. ChatGPT cocok bagi pengguna yang menginginkan jawaban naratif dan lebih “manusiawi”, sementara Meta AI unggul dalam kecepatan dan kepraktisan, terutama karena terintegrasi langsung dengan aplikasi media sosial.
Pada akhirnya, pilihan terbaik kembali pada kebutuhan dan gaya penggunaan masing-masing. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































