Aman atau Celaka? Kebiasaan Menyimpan Dokumen di HP yang Perlu Diubah

dokumen
ilustrasi galeri foto (foto:istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di era serba cepat ini, ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi ia menjadi dompet digital, album foto, dan bahkan lemari arsip pribadi. Banyak orang menyimpan dokumen penting langsung di galeri ponsel demi alasan praktis cukup jepret, dan semua siap diakses kapan saja. Namun, di balik kemudahan itu, terselip risiko yang bisa berujung fatal.

Tanpa disadari, foto KTP, SIM, kontrak kerja, atau dokumen kantor yang tersimpan di galeri bisa menjadi incaran empuk pelaku kejahatan siber. Malware, aplikasi tidak resmi, atau peretasan akun dapat membuka jalan bagi pencurian identitas hingga pengambilalihan akun.

Baca Juga :  PELAYANAN INOVATIF ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN UNTUK MEMBAHAGIAKAN MASYARAKAT KABUPATEN BOGOR

Masalahnya, ancaman ini tidak hanya datang dari dunia digital. Dalam bentuk fisik pun, dokumen bisa hilang, rusak, atau tercecer. Proses manual seperti mencetak, memindai, dan menyalin dokumen di tempat umum misalnya menggunakan mesin fotokopi bersama—membuka peluang kebocoran data.

Advertisement

VIDA, perusahaan identitas digital terkemuka di Indonesia, mengingatkan pentingnya melindungi dokumen pribadi. Mereka menyarankan beberapa langkah sederhana:

  • Jangan simpan dokumen sensitif di galeri ponsel.
  • Batasi akses hanya untuk pihak berwenang.
  • Gunakan platform penyimpanan aman yang dilengkapi enkripsi.
Baca Juga :  Fermin Aldeguer, Rookie Berbakat yang Belum Merasakan Tes SIM Motor

Menjawab kebutuhan tersebut, VIDA menghadirkan Magic Scan, fitur di aplikasi VIDA yang memungkinkan pengguna memindai dokumen langsung dari ponsel, tanpa harus bergantung pada perangkat pihak ketiga atau jaringan publik.

“Melalui Magic Scan di VIDA App, kami ingin menghadirkan pengalaman digitalisasi dokumen yang mudah, aman, dan sesuai regulasi—semua dalam satu aplikasi,” ujar Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA, mengutip dari detik.com Senin (11/8/2025).

Di tengah maraknya pencurian identitas dan kebocoran data, mungkin sudah saatnya kita berpikir dua kali sebelum menjadikan galeri ponsel sebagai brankas dokumen pribadi.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel