TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan bahwa wilayah otonomi Denmark tersebut tidak untuk dijual dan tidak dapat direbut oleh negara mana pun. Pernyataan itu disampaikan Nielsen menanggapi kembali ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan keinginan untuk mengambil alih Greenland.
Nielsen juga merespons unggahan media sosial ajudan senior pemerintahan Trump, Katie Miller, yang menampilkan gambar wilayah Greenland tertutup bendera Amerika Serikat dengan keterangan bertuliskan “segera”.
Menurut Nielsen, masa depan Greenland tidak ditentukan oleh simbolisme di media sosial.
“Gambar yang dibagikan Katie Miller, menunjukkan wilayah kami diselimuti bendera Amerika, tidak mengubah apa pun,” kata Nielsen dalam pernyataannya melalui Instagram.
Ia menyebut unggahan tersebut sebagai tindakan tidak sopan dan menegaskan bahwa hubungan antarnegara seharusnya dibangun atas dasar saling menghormati serta hukum internasional.
“Pesan yang membawa simbolisme kepemilikan bukanlah jalan ke depan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa unggahan itu mengabaikan status politik dan hak-hak Greenland.
Nielsen menegaskan bahwa Greenland merupakan masyarakat demokratis yang memiliki pemerintahan sendiri, menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas, serta didukung oleh lembaga-lembaga yang kuat.
“Sikap kami jelas berlandaskan hukum internasional dan perjanjian yang diakui secara internasional,” ucapnya.
Ia menilai Greenland memiliki alasan yang kuat untuk menolak segala bentuk pernyataan atau tindakan yang dianggap merendahkan kedaulatan wilayahnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan bahwa penguasaan atas Greenland merupakan “kebutuhan mutlak” bagi kepentingan keamanan nasional dan ekonomi Amerika Serikat.
Namun, baik Denmark maupun Greenland secara tegas menolak rencana apa pun terkait pelepasan wilayah tersebut. Denmark hingga kini masih memegang kedaulatan penuh atas kepulauan yang dikenal kaya sumber daya alam itu.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































