Otoritas Penjaga Pantai AS Buru Tanker Bersanksi di Laut Internasional

AS
Otoritas Penjaga Pantai AS Buru Tanker Bersanksi di Laut Internasional. Foto: X

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Otoritas Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) kembali melakukan operasi pengejaran terhadap sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela. Operasi ini menjadi aksi kedua dalam akhir pekan, sekaligus menjadikan kapal tersebut sebagai tanker ketiga yang dibidik Washington dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kapal tanker yang tengah diburu itu berada dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Namun, pejabat tersebut tidak mengungkapkan secara rinci lokasi pasti pengejaran tersebut.

Laporan sejumlah media AS yang mengutip sumber-sumber yang memahami operasi tersebut, seperti dikutip Bloomberg dan Anadolu Agency, menyebut kapal tanker yang dimaksud adalah Bella 1. Kapal tersebut berbendera Panama dan telah dikenai sanksi oleh pemerintah AS.

Advertisement

Disebutkan pula bahwa kapal tanker Bella 1 sedang berlayar menuju Venezuela untuk mengambil muatan minyak. Hingga kini, baik pemerintah AS maupun otoritas Venezuela belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait operasi terbaru ini.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Imbau Warga Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang Peringati G30S/PKI

Insiden ini menyusul penyitaan dua kapal tanker sebelumnya oleh AS, yakni kapal tanker Skipper pada 10 Desember dan kapal tanker super Centuries pada Sabtu (20/12) waktu setempat, yang berlangsung di kawasan Karibia dekat Venezuela. Jika operasi terhadap Bella 1 berhasil, kapal tersebut akan menjadi kapal tanker ketiga yang disita AS dalam periode singkat.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menyampaikan bahwa dua kapal tanker yang telah disita sebelumnya diketahui beroperasi di pasar gelap dan memasok minyak ke negara-negara yang berada di bawah sanksi internasional.

“Jadi saya rasa orang-orang tidak perlu khawatir di AS bahwa harga akan naik karena penyitaan kapal-kapal ini. Hanya ada beberapa, dan itu merupakan kapal pasar gelap,” sebutnya.

Baca Juga :  Antara Ancaman dan Diplomasi, Trump Gerakkan Kapal Perang AS ke Iran

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan “blokade total dan sepenuhnya” terhadap seluruh kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan keluar-masuk perairan Venezuela.

Pemerintah Venezuela mengecam kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai “pembajakan internasional”. Sementara itu, AS menegaskan langkah-langkah tersebut ditujukan untuk memerangi korupsi dan perdagangan narkoba.

Di sisi lain, Venezuela menuding Washington menggunakan isu antinarkoba sebagai dalih politik untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dan menguasai sumber daya minyak negara tersebut. Sejak September lalu, puluhan operasi AS terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di kawasan itu dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 100 orang.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel