PBSI Prioritaskan SEA Games 2025 Meski Jadwal Meperet dengan BWF World Tour Finals

pbsi
PBSI mantapkan pilihan: SEA Games 2025 tetap jadi prioritas meski hanya berjarak tiga hari dari BWF World Tour Finals. Atmosfer multievent dinilai lebih penting untuk membentuk mental atlet muda Indonesia. (Foto: pinterest)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Jadwal cabang olahraga bulutangkis SEA Games 2025 yang berdekatan dengan BWF World Tour Finals membuat PP PBSI berada dalam situasi dilematis. Namun, induk bulutangkis Indonesia itu menegaskan fokus utama tetap pada multievent terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Bulutangkis SEA Games di Thailand berlangsung 7–14 Desember 2025, sedangkan BWF World Tour Finals digelar 17–21 Desember 2025 di Hangzhou, China. Hanya terpaut tiga hari.

PBSI menyiapkan 20 atlet untuk tampil di SEA Games, dengan tiga di antaranya juga lolos ke World Tour Finals:

Advertisement
  • Putri Kusuma Wardani
  • Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
  • Sabar Karyaman Gutama/Mohamad Reza Pahlevi Isfahani
Baca Juga :  Timnas Indonesia Tahan Imbang Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Situasi padat ini tak membuat PBSI goyah dalam menentukan fokus.

Atmosfer Multievent Lebih Prioritas

Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa meski dua turnamen sama-sama penting, SEA Games membawa nilai yang berbeda untuk perkembangan atlet muda.

“Turnamen back-to-back itu sudah biasa. Tapi buat kami, SEA Games adalah prioritas. World Tour itu turnamen individu, hampir setiap saat ada,” ujar Eng Hian di Pelatnas Cipayung.

Ia menilai atmosfer multievent sangat penting untuk membentuk mental pemain yang sedang disiapkan menuju ajang lebih besar seperti Asian Games dan Olimpiade.

Baca Juga :  Dua Bintang Muda Indonesia Siap Harumkan Nama Bangsa di Sirkuit Jerez

“Multievent punya suasana berbeda. Ini dibutuhkan atlet muda seperti Putri KW, Alwi, dan lainnya. Mereka nanti bertanding di Asian Games dan Olympic.”

Tidak Harus Emas, tapi Peak Performance di SEA Games

Meski menjadikan SEA Games sebagai prioritas utama, PBSI menegaskan prioritas bukan berarti tuntutan wajib emas.

“Prioritas itu adalah bagaimana kami membuat periodisasi bahwa peak performance-nya mengutamakan SEA Games,” kata pelatih yang akrab disapa Didi itu.

PBSI berharap strategi periodisasi dan pengalaman multievent mampu membentuk fondasi kuat bagi atlet Indonesia sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi. (MG1)

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel