Rapat Kabinet Memanas, Trump Kritik Komunitas Somalia di AS

rapat kabinet
ilustrasi Presiden Donald Trump berpidato dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington.Foto: Andrew Harnik/Getty Images

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12) waktu setempat kembali memanas ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan tajam terkait kebijakan imigrasi. Dalam forum resmi itu, Trump menegaskan bahwa ia tidak ingin lagi melihat imigran Somalia berada di Amerika Serikat.

Dilaporkan Associated Press, Rabu (3/12/2025), Trump menyebut komunitas Somalia terlalu mengandalkan jaminan sosial AS dan tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi negara.

“Mereka tidak berkontribusi apa pun. Jaminan sosialnya hanya 88% atau lebih. Mereka tidak berkontribusi apa pun. Saya tidak ingin mereka di negara kita,” ujar Trump.

Advertisement

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah pemerintahannya mengumumkan penghentian seluruh keputusan suaka. Kebijakan itu dipicu insiden penembakan dua tentara Garda Nasional di Washington pekan lalu, dengan tersangka berasal dari Afghanistan.

Baca Juga :  Trump Desak Rusia dan Ukraina Berunding, Ancam Sanksi Berat jika Perang Berlanjut

Namun, Trump memanfaatkan momen tersebut untuk menyoroti imigran dari negara lain, termasuk Somalia.

“Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara Anda buruk dan kita tidak ingin mereka di negara kita,” kata Trump.

Bersamaan dengan itu, laporan AFP menyebut kritik Trump juga berkaitan dengan skandal di Minnesota, di mana sekitar USD 1 miliar diduga disalahgunakan untuk layanan sosial fiktif. Kasus ini dikaitkan dengan sejumlah warga Amerika keturunan Somalia.

Dalam rapat kabinet yang sama, Trump turut melontarkan sindiran kepada anggota kongres dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, yang memiliki garis keturunan Somalia.

“Ilhan Omar itu sampah. Teman-temannya itu sampah,” ucap Trump.

Baca Juga :  LIBURAN YANG PRODUKTIF DAN BERMANFAAT

“Biarkan mereka kembali ke tempat asal mereka dan memperbaikinya,” lanjutnya.

Pekan sebelumnya, Trump telah mencabut perlindungan terhadap deportasi warga Somalia yang berlaku sejak 1991, ketika negara di Tanduk Afrika itu memasuki masa anarki. Kebijakan itu membuat ribuan warga Somalia di AS kini berada dalam ketidakpastian.

Jaksa penuntut di Minnesota juga tengah mendalami sejumlah skema untuk menipu uang pembayar pajak, termasuk klaim palsu terkait penyediaan makanan bagi anak-anak selama pandemi Covid-19.

Minnesota sendiri dikenal sebagai negara bagian yang ramah pengungsi dan memiliki komunitas Somali-Amerika terbesar di AS.

Skandal tersebut ikut mendapat sorotan politik karena gubernur Minnesota, Tim Walz—seorang Demokrat—merupakan mantan kandidat wakil presiden yang kalah dalam pemilu tahun lalu.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel