Hindia, Perunggu, dan Lainnya Bangkitkan Gelombang Musik Kelas Pekerja

Perunggu. Foto: Dok Pinterest

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Beberapa tahun terakhir, warna industri musik mulai bergeser. Jika dulu lagu-lagu cinta dan patah hati mendominasi, kini pendengar lebih banyak mencari karya yang menggambarkan realita kehidupan sehari-hari. Musik yang menyinggung lelahnya bekerja, tekanan di rumah, hingga keresahan generasi muda dalam fase quarter life crisis terasa semakin dekat dengan pengalaman banyak orang.

Tak hanya Gen Z, generasi milenial pun merasa mendapat ruang untuk berefleksi, merasa terwakili, atau bahkan mendapatkan semangat baru melalui lagu-lagu dengan tema personal tersebut.

Musik dengan sentuhan realisme ini juga menjadi ciri sejumlah musisi masa kini seperti Hindia, Lomba Sihir, White Chorus, hingga Perunggu. Hindia hadir dengan “Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya”, Perunggu lewat “Tapi”, dan White Chorus dengan “Minggu”—semuanya mengangkat dinamika hidup yang penuh tekanan, lelah, tapi tetap harus dijalani.

Advertisement
Baca Juga :  Daftar Produk yang Selalu Diburu Masyarakat Saat Ramadan

Popularitas genre ini terlihat jelas dari jumlah pendengarnya. “Berdansalah, Karir Ini Tak Ada Artinya” sudah ditonton lebih dari 100 juta kali, “Tapi” melampaui 16 juta pendengar, dan “Minggu” meraih lebih dari 4 juta pendengar. Angka-angka ini menunjukkan betapa kuatnya resonansi musik realita di telinga generasi muda.

Tak hanya lewat lirik, identitas para musisinya pun memperkuat kedekatan itu. Contohnya Perunggu, band rock alternatif dari Jakarta yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman. Mereka berasal dari lingkungan pekerja kantoran dan bahkan dijuluki “band pulang kantor” karena terbentuk saat para personelnya masih bekerja. Identitas sebagai bagian dari kelas pekerja urban terekam kuat dalam lagu-lagu mereka.

Baca Juga :  Legenda Film Aksi Chuck Norris Meninggal Dunia di Hawaii

Nama “Perunggu” sendiri disebut dipilih sebagai simbol bahwa tidak semua orang harus menjadi yang terbaik atau meraih posisi teratas. Menjadi perunggu pun tak apa—dan justru sangat manusiawi.

Melihat perkembangan ini, semakin jelas bahwa musik realita telah menjadi suara bagi generasi masa kini. Lalu, menurutmu, siapa lagi musisi yang paling menggambarkan isi hati Gen Z dan milenial saat ini? (MG5)

Editor : Admin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel