TIMETODAY.ID, JAKARTA — Keracunan makanan bisa muncul tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau racun. Kondisi ini memicu gejala seperti mual, muntah, diare, hingga sakit perut.
Menurut pakar kesehatan, pertolongan pertama yang tepat bisa mempercepat pemulihan dan meminimalkan risiko dehidrasi.
“Memahami pertolongan pertama keracunan makanan sangat penting agar tubuh mendapat dukungan awal sebelum pemeriksaan medis diperlukan. Dengan langkah yang tepat, risiko komplikasi bisa ditekan dan proses pemulihan menjadi lebih cepat,” ungkap sumber dari Alodokter.
Beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan antara lain:
- Cukupi kebutuhan cairan
Saat muntah dan diare, tubuh kehilangan banyak cairan. Minumlah air putih secara bertahap atau konsumsi oralit dan cairan elektrolit. “Hindari minuman berkafein, bersoda, atau beralkohol sementara waktu karena dapat memperburuk kekurangan cairan,” imbau pakar. - Biarkan muntah dan diare berlangsung alami
Muntah dan diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun. Hindari minum obat antimuntah atau antidiare tanpa anjuran dokter, kecuali obat sudah diresepkan sebelumnya. - Istirahat cukup
Tubuh membutuhkan energi untuk memulihkan diri. Aktivitas berat sebaiknya ditunda hingga kondisi membaik. - Konsumsi makanan ringan
Setelah perut lebih nyaman, pilih makanan lembut dan mudah dicerna, seperti roti tawar atau bubur. Hindari makanan pedas, asam, atau berlemak agar iritasi lambung tidak bertambah.
Pertolongan pertama ini biasanya cukup untuk meredakan gejala ringan hingga sedang. Namun, bila keluhan tidak membaik setelah 1–2 hari, disarankan segera berkonsultasi ke dokter.
“Jika keluhan makin parah disertai muntah terus-menerus, tubuh sangat lemas, sulit bicara, atau ada darah pada muntah maupun tinja, segera ke IGD rumah sakit terdekat,” pesan sumber tersebut.
Langkah cepat dan tepat sejak gejala muncul dapat membantu meredakan keluhan dan mencegah kondisi memburuk, sekaligus memberikan kesempatan tubuh untuk pulih secara optimal.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































