TIMETODAY.ID, JAKARTA – Setiap rumah dengan atap pasti berisiko mengalami kebocoran, terutama saat musim hujan. Meski sudah diperbaiki, atap terkadang tetap bocor. Hal ini biasanya disebabkan oleh kualitas material yang kurang baik atau pemasangan yang tidak tepat.
Musim hujan menjadi momen penting untuk mengecek apakah atap rumah bocor. Jika ditemukan titik kebocoran, perbaikan segera diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih parah, seperti banjir di dalam rumah, jamur di plafon, atau bahkan plafon ambruk.
Menurut RGB Constructions, ada beberapa alasan atap yang sudah diperbaiki kembali bocor:
-
Kesalahan Diagnosis Kebocoran
Kebocoran atap tidak selalu berasal dari genteng pecah atau bergeser. Bisa juga karena sumbatan di atap yang menyebabkan genangan air naik ke area terbuka dan masuk ke dalam rumah. “Saat mengecek lokasi kebocoran, ikuti jalur air dan samakan titik rembesan air di dalam rumah,” saran RGB Constructions. -
Kualitas Material dan Jasa Perbaikan
Material yang kurang berkualitas atau jasa perbaikan yang tidak profesional dapat membuat perbaikan tidak efektif saat hujan deras. -
Robekan atau Lubang Genteng
Terkadang ada lubang tersembunyi di genteng yang sulit ditemukan secara kasat mata. Solusinya adalah penggantian genteng atau atap secara menyeluruh. -
Pergeseran Fondasi Rumah
Pada rumah tua, fondasi yang bergeser akibat pergerakan tanah bisa memberi tekanan pada atap hingga menyebabkan retak dan kebocoran.
Perbaikan atap yang tepat memerlukan diagnosis yang akurat dan material berkualitas agar kebocoran tidak kembali muncul.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































