Ketika Panggung Dakwah Jadi Sorotan: Kasus Gus Elham dan Batas Moral Publik

gus elham
Ketika Panggung Dakwah Jadi Sorotan Kasus Gus Elham dan Batas Moral Publik ( foto: tribunmedan )

TIMETODAY.ID, JAKARTA Media sosial kembali diramaikan oleh perbincangan hangat yang menyita perhatian publik. Sosok pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya, tengah menjadi sorotan setelah sebuah video yang menampilkan dirinya mencium seorang anak perempuan di atas panggung dakwah beredar luas di dunia maya.

Potongan video tersebut menyebar cepat di berbagai platform seperti Instagram dan X (Twitter), memicu gelombang reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang figur publik, terlebih oleh seorang pendakwah yang selama ini dikenal membawa pesan moral dan keteladanan.

Gerak tubuh dan gestur yang terekam dalam video itu dinilai melampaui batas kewajaran, hingga memantik perdebatan panjang antara kemurnian niat dan batas etika dalam ruang publik.

Advertisement

Langkah Cepat: Kolom Komentar Ditutup

Di tengah derasnya kritik, akun Instagram resmi Gus Elham Yahya mengambil langkah cepat: menutup kolom komentar di seluruh unggahan terbarunya.
Bagi sebagian orang, langkah ini dianggap sebagai upaya menenangkan situasi dan melindungi privasi, namun tak sedikit pula yang menilai penutupan komentar itu sebagai bentuk penghindaran dari tanggung jawab moral.

Baca Juga :  Polisi Bunuh Ibu Kandung di Bogor Bakal Diperiksa Kejiwaan 

“Seorang tokoh publik mestinya mampu menghadapi kritik dengan terbuka, apalagi jika menyangkut perilaku yang menimbulkan keresahan,” tulis salah satu komentar di platform X yang masih ramai diperbincangkan.

Sikap PBNU: Dakwah Harus Menjaga Martabat

Sorotan tak berhenti di dunia maya. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut angkat bicara menanggapi peristiwa ini.
Ketua PBNU, Alissa Wahid, menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa tindakan Gus Elham tidak mencerminkan nilai akhlakul karimah yang menjadi dasar ajaran Islam.

“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan perilaku kepada umat,” ujar Alissa kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Alissa menambahkan bahwa segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia, terutama anak-anak, tidak sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin Islam yang membawa kasih sayang dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Menegakkan Prinsip Dakwah yang Bermartabat

PBNU menegaskan bahwa prinsip dakwah dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah menempatkan keseimbangan antara nilai syariah dan kemanusiaan.
Setiap pendakwah, kiai, dan nyai diharapkan menjadi teladan moral bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Laksanakan Car Free Day Bersama Masyarakat

“Penghormatan terhadap pendakwah muncul karena kebijaksanaan dan keteladanannya. Bukan karena status semata,” lanjut Alissa.

Dalam konteks ini, PBNU juga memperkuat komitmennya terhadap ruang dakwah yang aman dan bermartabat melalui pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA).
Tim ini bertugas mencegah dan menangani kasus kekerasan maupun pelecehan di lingkungan pesantren dan lembaga dakwah.

“Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia,” tegas Alissa.

Gelombang Reaksi Publik: Antara Kecaman dan Pembelaan

Seiring beredarnya video itu, jagat maya pun terbelah. Mayoritas warganet mengecam tindakan Gus Elham, menganggapnya tidak pantas bagi seorang tokoh agama.
Namun, ada pula segelintir yang membela, menilai gestur tersebut sebagai bentuk kasih sayang spontan tanpa niat buruk.

Terlepas dari pro dan kontra, peristiwa ini membuka kembali ruang refleksi:
seberapa penting menjaga batas, etika, dan keteladanan di tengah sorotan publik yang kian tajam terhadap figur agama. (MG4)

 

Editor : Salma

Sumber : tribunmedan.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel