Pekerja Tambang di Bogor Dapat Bantuan Kompensasi, Nilai Berpotensi Naik Januari 2026

pekerja tambang
Sejumlah pekerja tambang mengikuti proses verifikasi data penerima bantuan kompensasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Senin (3112025). Bantuan diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada warga terdampak penutupan sementara aktivitas pertambangan untuk perbaikan jalan di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang. Foto Dok. bogortoday.comRifki Ramadhan

TIMETODAY.ID, BOGOR – Warga pekerja tambang di Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mulai menerima bantuan kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dampak penutupan sementara aktivitas pertambangan untuk perbaikan jalan. Senin (3/11/2025).

Setiap pekerja menerima bantuan sebesar Rp 3 juta. Bantuan serupa direncanakan kembali diberikan pada Januari 2026, dengan potensi peningkatan nilai hingga Rp 6 juta per orang. Penerima wajib membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) untuk proses pencairan. Penyaluran dilakukan secara bertahap.

Abdul Karim (37), petugas kemanana (security) sekaligus pekerja tambang asal Kampung Kebon Kelapa, Rumpin, mengatakan bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan rumah tangga selama penutupan tambang.

Advertisement
Baca Juga :  Duka Desa Urug, Korban Kepulan Asap Tambang Tiba di Rumah Duka

“Di awal Januari bisa dua kali lipat dari yang sekarang jadi Rp 6 juta. Itu yang saya dengar tadi,” ujarnya.

Karim menjelaskan, informasi pendaftaran ia peroleh dari ketua RT setempat. Menurut dia, proses pencairan kemungkinan dilakukan bertahap menyesuaikan pendataan warga terdampak.

“Mungkin ada pendataan penduduk yang terdampak. Penyalurannya juga tidak sekaligus, kemungkinan besar bertahap,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Alwaludin (38), sopir truk tambang dari Desa Cintamanik Rengganis, Cigudeg. Ia menuturkan, persyaratan pencairan cukup membawa KTP dan KK.

Ayah dari tiga anak itu mengatakan bantuan tersebut membantu mencukupi kebutuhan keluarga sementara ia tidak bekerja.

“Sekarang lagi sulit, belum anak-anak sekolah. Satu bulan juga sudah habis kalau Rp 3 juta, apalagi anak tiga,” katanya.
Karim turut menyampaikan apresiasi atas pemberian bantuan. Karim mengatakan bantuan tersebut sangat membantu karena penutupan tambang membuatnya berpotensi tidak memiliki pemasukan.

Baca Juga :  Biadab! Bocah 1 SD di Tanggamus Jadi Korban Rudapaksa Pamannya Sendiri

Kendati terdampak secara ekonomi, para pekerja mendukung penutupan sementara aktivitas tambang demi kelancaran perbaikan jalan. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan jalur khusus tambang pada masa mendatang guna mengurangi kemacetan.

“Untuk sementara waktu tidak apa demi perbaikan jalan. Yang bikin macet kan truk tambang. Kalau sudah beres, ya silakan dibuka lagi,” kata Alwaludin.

Mereka berharap, program kompensasi dapat berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. (MG4)

 

 

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel