
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dunia musik jazz berduka. Salah satu drummer legendaris yang turut membentuk warna jazz modern, Jack DeJohnette, meninggal dunia pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kabar duka ini pertama kali datang dari rekan sesama musisi, Ulysses Owens Jr, yang mengunggah pesan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya.
“RIP Jack DeJohnette #AroundtheWorldwithU #jackdejohnette,” tulis Ulysses dalam unggahannya, dikutip Senin (27/10/2025).
Ucapan belasungkawa serupa juga disampaikan oleh pianis dan komposer ternama dunia, Billy Childs, yang mengenang DeJohnette bukan hanya sebagai musisi besar, tetapi juga pribadi yang hangat dan penuh makna.
“Ini berat. Beristirahatlah dalam damai untuk musisi, mentor, sahabat, dan pahlawan Amerika yang berpengaruh: Jack DeJohnette,” tulis Billy melalui Instagram.
Ia menambahkan, “(Jack) seorang jenius dan ikon yang tidak terlupakan, magician, truth teller, yang kebaikan serta hatinya sebesar kejeniusannya yang mendalam untuk bermain drum. Anda akan dirindukan, mengirimkan cinta untuk istrinya, Lydia, dan seluruh keluarganya.”
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab wafatnya sang maestro. Namun, kepergiannya meninggalkan ruang hening dalam jagat musik dunia—sebuah kehilangan besar bagi para pecinta jazz lintas generasi.
Jack DeJohnette dikenal luas sebagai drummer yang tidak hanya memainkan ritme, tetapi juga membangun jembatan antara genre dan zaman.
Ia menjadi bagian penting dari album legendaris Bitches Brew karya Miles Davis—sebuah proyek eksperimental yang mengubah wajah jazz dan membuka jalan bagi lahirnya genre fusion, di mana kebebasan improvisasi bertemu dengan energi rock dan elektronik.
Lahir di Chicago, Amerika Serikat, DeJohnette tumbuh di tengah atmosfer musik R&B dan hard bop. Dari lingkungan itu, ia menyerap warna-warna bunyi yang kelak membentuk identitas musiknya: dinamis, bebas, dan penuh nuansa spiritual.
Kariernya melintasi dekade dan generasi. Dari panggung kecil di klub jazz hingga konser besar dunia, DeJohnette selalu dikenal sebagai sosok yang tidak hanya bermain drum, tetapi berbicara melalui dentumannya. Ia menjadikan setiap ketukan sebagai refleksi dari perjalanan hidup dan pencarian makna.
Kini, dunia kehilangan salah satu penjaga api jazz sejati—seorang musisi yang iramanya tak sekadar mengiringi melodi, tetapi menghidupkannya.
Jack DeJohnette mungkin telah berpulang, namun gema permainannya akan terus bergaung di hati para penikmat musik di seluruh dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































