Bandara Techo Resmi Beroperasi, Kamboja Siapkan Gerbang Baru untuk Wisata dan Investasi

Kamboja
Bandara Techodi Phnom Penh, Kamboja (foto: Roun Ry/Reuters)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Udara Phnom Penh terasa berbeda pada Kamis (23/10/2025). Di tengah langit biru yang cerah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet berdiri dengan senyum bangga di atas podium.

Hari itu, ia meresmikan Bandara Internasional Techo, proyek ambisius senilai USD 2 miliar atau sekitar Rp33 triliun yang diyakini akan menjadi pintu gerbang baru bagi ibu kota sekaligus motor penggerak ekonomi nasional.

Bandara megah ini berdiri di Provinsi Kandal, sekitar 30 kilometer di selatan Phnom Penh. Lebih dari sekadar infrastruktur, Techo International Airport menjadi simbol transformasi Kamboja menuju masa depan yang lebih modern, terbuka, dan berdaya saing.

Advertisement

Menggantikan Bandara Tua yang Telah Berjasa

Melansir The Independent, bandara baru ini akan menggantikan Bandara Internasional Phnom Penh yang telah beroperasi hampir tujuh dekade.

Bandara lama itu hanya memiliki satu landasan pacu, sedangkan Techo International Airport kini berdiri megah dengan tiga landasan pacu, siap menyambut era baru penerbangan Kamboja.

Bandara ini sebenarnya mulai beroperasi sejak September lalu, namun peresmian resminya baru dilakukan hari ini.

Simbol Optimisme Baru

Dalam sambutannya, Hun Manet menyampaikan optimisme besar terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa Techo International Airport bukan hanya tentang kebanggaan nasional, tetapi juga tentang harapan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan investasi asing.

Baca Juga :  Imbas Bentrokan Thailand-Kamboja, Chonburi Perketat Keamanan Kawasan Wisata

“Kami berharap Techo International Airport mampu menarik lebih banyak wisatawan dan investor, bahkan melampaui jumlah sebelum pandemi COVID-19,” ujarnya.

Bandara Techo dibangun melalui kerja sama antara pemerintah Kamboja dan Overseas Cambodian Investment Corp (OCIC).

Pada tahap awal, bandara ini diperkirakan dapat menampung 13 juta penumpang per tahun, dengan kapasitas yang akan meningkat menjadi 30 juta pada 2030, dan 50 juta pada 2050.

Tantangan di Tengah Optimisme

Namun, pembangunan infrastruktur megah ini juga terjadi di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi Kamboja. Negara itu sedang berupaya keras memperbaiki citra pariwisatanya setelah beberapa isu keamanan mencoreng nama baiknya di mata dunia.

Kasus kematian seorang pemuda asal Korea Selatan di salah satu pusat kejahatan siber di Kamboja sempat mengguncang publik internasional.

Industri penipuan daring yang melibatkan jaringan kejahatan terorganisir bernilai miliaran dolar bahkan membuat Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pelaku utama.

Tak hanya itu, pada Juli lalu, konflik lima hari antara Kamboja dan Thailand juga sempat memukul kunjungan wisatawan. Meski kini gencatan senjata diberlakukan, ketegangan di perbatasan masih terasa.

Baca Juga :  Tips Mengatur Budget Traveling ke Banyak Kota agar Liburan Tetap Seru dan Hemat

Sektor Pariwisata Mulai Bangkit

Meski diterpa berbagai ujian, sektor pariwisata Kamboja menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Data pemerintah mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 4 juta orang. Tahun sebelumnya, total kunjungan mencapai 6,7 juta wisatawan, naik 23% dibanding tahun 2023.

Dengan peresmian bandara baru ini, pemerintah berharap laju pemulihan itu semakin cepat. Techo International Airport diharapkan menjadi simpul konektivitas utama bagi wisatawan menuju Phnom Penh dan berbagai destinasi di Kamboja.

Babak Baru Infrastruktur Kamboja

Peresmian Techo International Airport juga menandai bandara besar kedua yang dibuka Kamboja dalam dua tahun terakhir.

Sebelumnya, pada Oktober 2023, pemerintah telah meresmikan Bandara Internasional Siem Reap–Angkor, yang melayani wisatawan menuju kompleks Candi Angkor Wat, ikon pariwisata dunia.

Kini, dengan dua bandara internasional baru dalam waktu berdekatan, Kamboja menegaskan ambisinya: menjadi pusat baru pariwisata dan investasi di Asia Tenggara.

Dan di tengah tepuk tangan serta gemuruh pesawat yang mengudara untuk pertama kalinya dari landasan barunya, optimisme Hun Manet bergema—bahwa Kamboja siap menyongsong masa depan yang lebih tinggi, lebih cepat, dan lebih terbuka bagi dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel