TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sariawan mungkin tampak sepele, tapi bagi banyak orang, luka kecil di mulut ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari makan, minum, hingga berbicara.
Kondisi yang terus-menerus muncul bahkan bisa menandakan masalah kesehatan lain, sehingga penanganan yang tepat menjadi kunci agar keluhan tidak semakin parah.
Menurut Alodokter, sariawan biasanya muncul akibat luka kecil di dalam mulut, kekurangan nutrisi, infeksi, atau efek samping obat tertentu.
Meski kebanyakan kasus bisa sembuh dalam 1–2 minggu, “jika keluhan ini sulit sembuh, penting untuk mencari tahu cara mengatasi sariawan terus-menerus agar penanganannya lebih efektif,” tulis sumber tersebut.
Bagi penderita sariawan kronis, rasa sakit bisa mengganggu asupan nutrisi harian. Kondisi ini juga bisa menjadi indikator kekurangan vitamin, gangguan sistem imun, atau infeksi yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Cara Mengatasi Sariawan Terus-Menerus
Berikut langkah-langkah yang bisa membantu menyembuhkan sariawan dan mencegahnya kambuh:
- Cukupi Asupan Cairan
Teuku Mulya menyarankan, “Mulut yang kering dapat memperparah sariawan dan memperlambat proses penyembuhan. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari. Jika banyak beraktivitas di luar ruangan, konsumsi cairan lebih sering.” Air kelapa atau jus buah tanpa gula berlebih juga bisa menjadi alternatif. - Hindari Pemicu Iritasi
Makanan pedas, asam, keras, atau panas sebaiknya dihindari. Pilihlah makanan lembut seperti bubur, sup, atau puding. Selain itu, perhatikan kebiasaan sehari-hari yang dapat melukai mulut, seperti menggigit pipi atau menyikat gigi terlalu keras. Gunakan sikat berbulu halus dan hindari pasta gigi dengan pemutih atau sodium lauryl sulfate. - Kumur dengan Air Garam
Larutkan setengah sendok teh garam dalam satu gelas air hangat, lalu kumur selama 30 detik, 2–3 kali sehari. Air garam membantu membersihkan luka dari sisa makanan dan kuman, serta mengurangi pembengkakan dan nyeri. Jika terasa perih, cukup dilakukan sekali sehari. - Gunakan Obat Pereda Nyeri
Gel atau salep yang mengandung benzocaine atau lidocaine bisa dioleskan langsung pada luka 2–3 kali sehari. “Obat ini meredakan nyeri sementara sehingga Anda tetap bisa makan dan berbicara dengan nyaman,” tulis sumber tersebut. Antiseptik chlorhexidine juga dapat digunakan untuk berkumur jika nyeri mengganggu. - Oleskan Obat Kortikosteroid
Jika sariawan parah atau banyak, dokter dapat meresepkan salep kortikosteroid seperti triamcinolone acetonide. Salep dioleskan tipis-tipis 2–3 kali sehari dan hindari makan atau minum selama 30 menit agar obat bekerja optimal. “Jangan gunakan kortikosteroid tanpa konsultasi dokter karena bisa menimbulkan efek samping,” peringat sumber. - Konsumsi Suplemen dan Nutrisi Seimbang
Kekurangan vitamin B kompleks, C, asam folat, atau zat besi bisa memicu sariawan. Suplemen sesuai anjuran dokter serta konsumsi sayuran hijau, buah segar, telur, dan daging tanpa lemak dapat memperkuat daya tahan tubuh. - Obat dari Dokter untuk Infeksi
Jika penyebab sariawan adalah infeksi bakteri, jamur, atau virus, dokter akan memberikan antibiotik, antijamur, atau antivirus. Penting untuk tidak membeli obat ini tanpa resep, karena penggunaan yang salah dapat menimbulkan resistensi.
Pencegahan Sariawan Agar Tak Kambuh
Selain penanganan, pencegahan sangat penting:
- Sikat gigi dua kali sehari dan gunakan benang gigi
- Pilih sikat berbulu halus
- Penuhi kebutuhan nutrisi harian
- Hindari menggigit bibir atau pipi
- Kelola stres dan cukup istirahat
Sumber medis menekankan, jika sariawan tidak sembuh lebih dari dua minggu, disertai demam, lemas, atau jumlah luka banyak, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.
Dengan langkah yang tepat, sariawan bukan lagi momok yang mengganggu aktivitas harian. Mengelola pola makan, kebersihan mulut, dan kondisi tubuh menjadi kunci agar mulut tetap sehat dan nyaman.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































