
TIMETODAY.ID, GAZA — Kabar gembira menggema di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Senin (13/10/2025). Di tengah reruntuhan dan debu perang yang belum benar-benar reda, ribuan warga menumpahkan haru dan bahagia: ribuan tahanan Palestina akhirnya menghirup udara bebas.
Israel membebaskan 1.968 tahanan Palestina setelah kelompok Hamas menyerahkan 20 sandera yang masih hidup melalui Palang Merah Internasional (ICRC). Peristiwa ini menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Jumat (10/10) lalu.
Sorak sorai terdengar di jalan-jalan sempit Gaza. Anak-anak memanjat pagar, perempuan memeluk foto-foto kerabat yang lama tak kembali, dan laki-laki meneriakkan takbir dan nama-nama para tahanan yang bebas.
“Akhirnya, kami bisa melihat mereka pulang,” ujar seorang warga Gaza yang menyebut dirinya Um Ahmed dengan suara bergetar. Ia menahan tangis bahagia, meski mengaku masih diliputi “perasaan campur aduk” tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Menurut laporan Reuters dan BBC, pembebasan dilakukan dalam dua tahap: kelompok pertama dilepaskan dari penjara Ofer di Tepi Barat, sementara kelompok kedua keluar dari penjara Ketziot di Israel bagian selatan.
Tak lama setelah sandera Hamas tiba di Israel, seperti dikabarkan The Times of Israel, pihak Tel Aviv menempatkan para tahanan Palestina ke dalam bus-bus menuju Gaza dan Tepi Barat. Di antara mereka, terdapat 250 tahanan keamanan — sebagian besar menjalani hukuman seumur hidup atas serangan mematikan terhadap warga Israel.
Dari jumlah itu, 154 tahanan dilaporkan dideportasi ke Mesir tanpa penjelasan rinci, sedangkan 88 orang dipulangkan ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Sementara 1.718 warga Gaza lainnya yang ditahan selama perang namun tidak terlibat dalam serangan Hamas 7 Oktober 2023, dibebaskan dari penjara Ketziot.
Di Gaza bagian selatan, ribuan orang berkumpul di sekitar Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, menunggu bus-bus yang membawa para tahanan. Bendera Palestina berkibar di udara, lagu-lagu perjuangan dilantunkan, dan pelukan panjang menjadi pemandangan yang tak terhitung jumlahnya.
Salah satu yang baru saja keluar dari balik jeruji, Samer Halabeya, seorang dokter dari Ramallah, mengaku tidak menyangka akan bebas secepat ini.
“Kami baru tahu bahwa kami akan dibebaskan cukup lama setelah perjanjian ditandatangani,” katanya kepada Reuters. “Kami berharap semuanya dibebaskan.”
Bagi banyak warga Palestina, pembebasan ini bukan sekadar hasil kesepakatan politik, melainkan secercah harapan di tengah ketidakpastian panjang.
Meskipun perang telah berhenti sementara, luka sosial dan psikologis masih terbuka lebar — dan para tahanan yang kembali kini menjadi simbol keteguhan rakyat Palestina untuk bertahan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































