Banjir Parah di Meksiko Tewaskan 44 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

Meksiko
Suasana banjir di Puebla, Meksiko, setelah dua badai tropis berturut-turut melanda wilayah tengah dan tenggara negara itu. (AP Video/Ivan Sanchez)

TIMETODAY.ID, MEKSIKO — Suara hujan belum juga reda di Meksiko bagian tengah dan tenggara. Selama berhari-hari, langit seolah tak berhenti menangis, menumpahkan air tanpa ampun ke tanah yang sudah jenuh oleh basah.

Di antara derasnya arus dan lumpur yang menelan jalanan, kabar duka terus berdatangan korban jiwa bertambah, rumah hanyut, dan keluarga terpisah.

Hingga Minggu (12/10/2025) waktu setempat, sedikitnya 44 orang tewas akibat banjir besar yang melanda sejumlah negara bagian Meksiko.

Advertisement

Seperti dilaporkan Al Jazeera pada Senin (13/10/2025), 18 orang meninggal di Veracruz, 16 di Hidalgo, sembilan di Puebla, dan satu di Queretaro. Puluhan lainnya masih dinyatakan hilang, sementara tim penyelamat terus menyisir reruntuhan dan sisa-sisa rumah yang tertimbun lumpur.

Bencana ini terjadi setelah dua badai tropis berturut-turut menyapu wilayah tersebut, memicu tanah longsor dan banjir bandang di sedikitnya lima negara bagian: Veracruz, Puebla, Hidalgo, Queretaro, dan San Luis Potosi.

Baca Juga :  Senyum Siswa Sambut Dedie Rachim Saat Peresmian Kelas Baru SDN Kencana 1

Pemerintah setempat menyebut, hujan ekstrem kali ini menjadi salah satu yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami berhadapan dengan situasi luar biasa. Curah hujan melebihi kapasitas tanggul dan sungai di banyak wilayah,” kata seorang pejabat pertahanan sipil di Veracruz.

Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga memutus aliran listrik bagi sekitar 320.000 orang, serta merusak lebih dari 16.000 rumah. Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara, meninggalkan harta benda mereka yang tak terselamatkan.

Pihak berwenang khawatir kondisi bisa semakin buruk. Tanah yang lembek dan sungai yang meluap masih menyimpan potensi longsor susulan.

“Kami masih belum bisa memastikan seluruh wilayah aman. Prioritas utama kami adalah mengevakuasi warga di daerah rawan,” ujar petugas penyelamat setempat.

Baca Juga :  Hibisc Fantasy Rata dengan Tanah! Ini Dia Sosok yang Berani Lawan BUMD Jabar!

Dalam beberapa tahun terakhir, cuaca ekstrem kian sering melanda Meksiko. Tahun ini, hujan deras datang lebih awal dan lebih lama dari biasanya. Bahkan, Juni 2025 tercatat sebagai bulan terbasah dalam lebih dari dua dekade di Kota Meksiko.

Menurut otoritas cuaca, hujan kali ini dipicu oleh sisa-sisa Badai Priscilla dan badai hujan tropis Raymond, dua sistem badai yang berputar cepat di barat Meksiko dan membawa curah hujan ekstrem.

Kini, di tengah genangan air dan lumpur yang mulai mengering, warga Meksiko berusaha memunguti kembali sisa-sisa kehidupan mereka. Di setiap sudut kota yang terendam, ada cerita kehilangan—dan juga keteguhan untuk bertahan.***

Editor : Syafira

Sumber : beritasatu.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel