Garuda Terlalu Cepat Kebobolan, Kekalahan Lawan Arab Saudi Jadi Pelajaran

arab
timnas indonesia kala berlaga denga timnas arab saudi ( foto: istock)

TIMETODAY.ID, JEDDAH — King Abdullah Sports City, Arab Saudi, menjadi saksi bagaimana Timnas Indonesia sempat menorehkan momen gemilang sebelum akhirnya harus menelan kekalahan 2-3 dari tuan rumah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, pada laga ronde keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat gol penalti Kevin Diks pada menit ke-11, menyalakan harapan suporter yang hadir maupun di rumah.

Namun euforia itu tak bertahan lama. Hanya enam menit berselang, Arab Saudi menyamakan kedudukan melalui gol Saleh Abu Alshamat. Kemudian, penalti Feras Albrikan di menit ke-36 membawa Green Falcons berbalik memimpin sebelum jeda.

Advertisement

Memasuki babak kedua, Feras menambah satu gol lagi di menit ke-62, membuat Indonesia harus berjuang lebih keras untuk mengejar ketinggalan. Hanya di menit ke-87, Kevin Diks kembali mencetak gol penalti, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Baca Juga :  Manchester United Incar Francisco Trincao untuk Musim Panas, Saingan dengan Arsenal dan Newcastle

Kekalahan ini menempatkan Arab Saudi di puncak klasemen Grup B, sementara Indonesia masih menempati posisi juru kunci dengan belum meraih poin.

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menyoroti faktor kecepatan kebobolan setelah unggul sebagai penyebab laga menjadi sulit bagi Garuda.

“Pertandingan itu sulit bagi kami. Setelah 1-0, kami kebobolan gol terlalu cepat dari Arab Saudi. Mereka mencetak dua gol terlalu cepat, dan setelah itu, pertandingan menjadi terlalu sulit bagi kami,” ujar Idzes dalam wawancara pasca-laga yang dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Tampil Meyakinkan, Oman Dibungkam 3-0 di GBK

Meski demikian, Idzes menekankan bahwa kegagalan kali ini bukan akhir dari perjuangan.

“Kami hanya perlu melihat kembali pertandingan. Ini belum berakhir. Kami harus terus percaya,” tegasnya.

Indonesia kini menatap laga berikutnya melawan Irak dengan tekad habis-habisan. Kemenangan di laga itu menjadi kunci menjaga asa ke Piala Dunia 2026, mengingat hanya juara Grup B yang lolos langsung, sementara runner-up harus melalui babak play-off.

Kekalahan dari Arab Saudi meninggalkan pelajaran penting: keunggulan awal harus dipertahankan, mental juara harus tetap terjaga, dan setiap momen di lapangan harus dimanfaatkan dengan maksimal. Bagi Garuda, perjalanan menuju Piala Dunia 2026 masih panjang, dan semangat juang tak boleh padam.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel