TIMETODAY.ID — Suara sorak-sorai bergema di Allianz Arena dini hari tadi. Di tengah euforia dan air mata, satu sosok berdiri menantang waktu: Cristiano Ronaldo, 40 tahun, kembali mempersembahkan trofi untuk negaranya. Portugal juara UEFA Nations League 2025, menaklukkan Spanyol lewat drama adu penalti.
Tak ada yang menyangka laga sengit ini akan menjadi malam penutup yang epik dalam kalender sepak bola Eropa. Final antara dua rival abadi, Portugal dan Spanyol, berlangsung penuh intensitas. Spanyol unggul cepat lewat Martin Zubimendi dan Mikel Oyarzabal, namun Portugal tak menyerah. Nuno Mendes memperkecil ketertinggalan di akhir babak pertama.
Dan seperti kisah yang sudah ditulis takdir, Ronaldo kembali mencetak gol penting di babak kedua, menyamakan kedudukan 2-2. Skor imbang bertahan hingga 120 menit. Di babak adu penalti, Portugal tampil lebih tenang. Ketika Alvaro Morata gagal mengeksekusi penalti, seluruh mata kembali tertuju pada sang legenda Portugal.
Portugal resmi menambah gelar kedua UEFA Nations League mereka, setelah pertama kali menjuarai turnamen ini pada 2019. Dan bagi Ronaldo, ini adalah gelar internasional ketiganya, setelah Euro 2016 dan Nations League 2019. Kini, total 38 trofi telah ia koleksi sepanjang kariernya.
Legenda yang Melawan Waktu
Ronaldo juga menorehkan rekor baru: pemain tertua (40 tahun) yang mencetak gol di final UEFA Nations League. Ia kini mengoleksi 15 gol di ajang tersebut, menjadikannya top skor kedua sepanjang masa di bawah Erling Haaland (19 gol).
Tak banyak pemain yang mampu mempertahankan level permainan hingga kepala empat. Namun Ronaldo sekali lagi membuktikan, karier hebat bukan soal usia, melainkan dedikasi, mental juara, dan cinta pada bendera di dada.
“Selama saya bisa berlari, saya akan terus bermain untuk Portugal,” kata Ronaldo pada wartawan usai pertandingan, matanya berkaca-kaca, namun senyum tak pernah lepas dari wajahnya.
Seleccao Masih Punya Raja
Bagi Portugal, kemenangan ini bukan sekadar gelar. Ini adalah pengingat bahwa mereka masih punya sang raja, pemimpin yang tak pernah letih berjuang, sekalipun dunia terus berubah. Generasi muda datang dan pergi, tapi Cristiano Ronaldo tetap menjadi jantung tim.
Ketika pluit panjang berbunyi dan seluruh skuad Portugal berlari ke tengah lapangan, Ronaldo membuka kedua tangan, menatap langit Jerman yang cerah, dan mungkin, untuk sejenak, berbisik pada dirinya sendiri bahwa mimpi-mimpi belum selesai.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































