F5 Resmi Akuisisi CalypsoAI, Perkuat Pertahanan di Era AI Generatif

F5
ilustrasi keamana siber ai (foto:: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri, satu pertanyaan besar terus menggantung: siapa yang menjaga keamanan di balik sistem AI yang semakin canggih? Pertanyaan itulah yang kini coba dijawab oleh F5, perusahaan global yang dikenal lewat Application Delivery and Security Platform (ADSP).

Pada Rabu (8/10/2025), F5 resmi mengumumkan akuisisi terhadap CalypsoAI, startup keamanan AI asal Irlandia yang dikenal karena teknologinya dalam melindungi model kecerdasan buatan di level enterprise.

Langkah strategis ini menandai babak baru F5 sebagai pemain utama dalam keamanan AI, bukan hanya aplikasi dan jaringan.

Advertisement

“AI menghadirkan arsitektur baru bagi enterprise dan menambah banyak permukaan serangan baru yang harus dilindungi. Firewall tradisional tidak lagi cukup. Dengan CalypsoAI, organisasi bisa berinovasi lebih cepat sambil menjaga keamanan data kritikal mereka,” ujar François Locoh-Donou, President dan CEO F5, dalam keterangan resmi yang diterima detikINET.

Baca Juga :  Profesional TI Berbahasa Mandarin Jadi Sasaran Malware DeepSeek Palsu

CalypsoAI selama ini dikenal lewat platform pengujian dan perlindungan AI-nya yang mampu mendeteksi ancaman secara real-time, melakukan red teaming berskala besar, serta mencegah kebocoran data sensitif saat runtime.

Teknologi inilah yang akan diintegrasikan langsung ke dalam ADSP milik F5, menciptakan sistem keamanan menyeluruh dari lapisan aplikasi hingga ke AI inference layer—bagian paling krusial dalam operasi AI generatif.

“Kami membantu pelanggan menguji sistem AI mereka, menetapkan batas keamanan di lapisan inferensi, dan memberi visibilitas penuh terhadap interaksi AI mereka,” jelas Donnchadh Casey, CEO CalypsoAI.

“Perusahaan kini ingin berlari cepat dengan AI, tapi dibayangi risiko data bocor, bias model, atau pelanggaran regulasi seperti GDPR dan EU AI Act,” tambahnya.

Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas munculnya jenis ancaman baru dalam dunia AI, seperti prompt injection, jailbreak, hingga shadow AI fenomena di mana sistem AI digunakan tanpa pengawasan resmi dari tim keamanan perusahaan.

Baca Juga :  Heboh Tuduhan Cabul terhadap Lee Yi-kyung, Pelaku Akui Gunakan Teknologi AI untuk Buat Konten Palsu

F5 berencana mengakuisisi seluruh saham CalypsoAI senilai USD 180 juta, sebagian besar dalam bentuk tunai. Transaksi ini diharapkan selesai pada kuartal IV tahun fiskal 2025, dengan dampak minimal terhadap pendapatan F5.

Lembaga riset Gartner mencatat bahwa keamanan AI di masa depan harus bersifat independen dari model maupun penyedia cloud tertentu. Pendekatan seperti inilah yang diusung F5 melalui integrasi CalypsoAI  menjaga fleksibilitas pelanggan tanpa mengunci mereka pada satu teknologi tunggal.

Dengan akuisisi ini, F5 tidak lagi hanya berdiri sebagai penjaga aplikasi dan jaringan di dunia digital, melainkan juga perisai utama bagi ekosistem AI enterprise.

Sebuah langkah yang menegaskan bahwa di era AI generatif, inovasi dan keamanan bukan lagi dua hal yang bertolak belakang — keduanya harus berjalan beriringan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel