Usai Diusir Israel, Greta Thunberg dan Ratusan Aktivis Mendarat di Yunani

Greta Thunberg
Greta Thunberg bersama ratusan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Yunani setelah misi kemanusiaan mereka ke Gaza dicegat oleh pasukan Israel. (Foto: REUTERS/Louisa Gouliamaki)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langit Athena tampak cerah saat pesawat yang membawa ratusan aktivis kemanusiaan mendarat di Bandara Internasional Yunani, Senin (6/10/2025). Di antara mereka, tampak sosok yang tak asing bagi dunia: Greta Thunberg, aktivis muda asal Swedia yang selama ini dikenal lantang menyuarakan isu iklim global.

Namun kali ini, Greta bukan bicara soal bumi yang memanas, melainkan tentang luka kemanusiaan di Jalur Gaza.

Ia baru saja kembali dari misi laut bersama ratusan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF), setelah rombongan mereka diusir oleh otoritas Israel.

Advertisement

“Adanya misi ini sungguh memalukan. Kita bahkan tidak melihat upaya minimum dari pemerintah kita,” ujar Greta dengan nada kecewa setibanya di Athena, seperti dikutip AFP.

Bagi Greta, armada GSF bukan sekadar kapal pembawa bantuan. Ia menyebutnya sebagai upaya terbesar yang pernah ada untuk “mematahkan pengepungan ilegal dan tidak manusiawi Israel” terhadap Jalur Gaza.

Baca Juga :  Kapal Bantuan ke Gaza Diserbu Israel: Ini yang Terjadi di Dalamnya

Ia juga menyerukan agar dunia tidak tinggal diam menyaksikan genosida yang, katanya, telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Penerbangan repatriasi khusus dari Israel yang mendarat di Athena itu membawa 27 warga Yunani dan 134 warga dari 15 negara Eropa lainnya.

Sementara, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan total 171 aktivis telah dideportasi ke Yunani dan Slovakia.

Pemerintah Slovakia mengonfirmasi satu warganya telah kembali ke negara Eropa Tengah itu.

Global Sumud Flotilla sendiri berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada awal September lalu. Armada yang terdiri dari sekitar 40 kapal sipil itu membawa misi kemanusiaan mengirimkan pasokan bantuan ke Gaza yang sejak lama diblokade Israel.

Baca Juga :  Kontroversi Bendera Israel, Langkah Merince Kogoya di Miss Indonesia Terhenti

Namun perjalanan penuh risiko itu terhenti di lepas pantai Mesir pekan lalu, ketika armada mereka dicegat oleh Angkatan Laut Israel. Tel Aviv menuding GSF memiliki keterkaitan dengan Hamas, tuduhan yang dibantah keras oleh para aktivis.

Sejak awal pelayaran, ancaman memang sudah membayangi. Menurut GSF, kapal-kapal mereka sempat mendapat serangan di perairan Yunani dan bahkan saat berlabuh di Tunisia.

Meski begitu, mereka tetap berlayar, membawa pesan solidaritas untuk warga Gaza yang terisolasi.

Di antara para aktivis, ada jurnalis, tenaga medis, dan tokoh masyarakat yang percaya bahwa kemanusiaan tidak seharusnya terbatasi oleh blokade politik.

Greta Thunberg menjadi salah satu wajah paling dikenal di antara mereka ikon muda yang kini tidak hanya berbicara untuk planet bumi, tetapi juga untuk kemanusiaan di tanah Palestina.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel