Kenali 3 Ciri Hubungan Sehat Menurut Psikolog Kendra Cherry

hubungan
ilustrasi sepasang kekasih (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tidak ada hubungan yang benar-benar sempurna. Namun, bertahan dalam hubungan yang beracun (toxic) jelas bukan pilihan bijak.

Dilansir dari Verywell Mind, sejumlah penelitian menegaskan bahwa memiliki hubungan sosial yang sehat sangat penting, bukan hanya untuk ketenangan batin, tetapi juga bagi kesehatan fisik.

Orang yang hidup dalam hubungan sehat tercatat lebih sering menjalani perilaku hidup positif, memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik, bahkan berpotensi berumur lebih panjang.

Advertisement

Kendra Cherry, spesialis rehabilitasi psikososial dan penulis Everything Psychology Book, menambahkan bahwa setiap orang punya kebutuhan yang berbeda dalam hubungan—misalnya kebutuhan untuk merasa disayangi. “Dalam hubungan yang sehat, kebutuhan setiap orang terpenuhi,” jelasnya.

Menariknya, penelitian lain menemukan bahwa rasa syukur dari pasangan mampu menjadi “pelindung” hubungan, bahkan di masa sulit seperti konflik berkepanjangan atau tekanan finansial.

Baca Juga :  Bukan Karena Tak Cinta, Tapi Karena Kita Tak Lagi Satu Tujuan

Lalu, apa saja ciri hubungan yang sehat? Menurut Cherry, ada tiga hal utama:

1. Menghargai Satu Sama Lain

Rasa hormat adalah fondasi dari kedekatan. Pasangan yang sehat tidak meremehkan, tidak merendahkan, melainkan saling memberi dukungan. Cara sederhana menunjukkan rasa menghargai misalnya dengan mendengarkan pasangan, memaafkan kesalahan, mendukung impian mereka, memberi ruang untuk kebebasan pribadi, hingga menunjukkan empati dan rasa terima kasih.

2. Saling Percaya

Kepercayaan tak lahir begitu saja, tetapi dibangun dari konsistensi dan perilaku sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman hubungan di masa lalu bisa memengaruhi bagaimana seseorang menaruh kepercayaan di masa depan. Jika pernah merasakan hubungan yang stabil, biasanya lebih mudah percaya. Sebaliknya, pengalaman buruk membuat seseorang butuh usaha ekstra untuk membangun kembali rasa percaya.

Baca Juga :  Berita Konflik Global Bisa Ganggu Mental, Ini Penjelasan Psikolog UGM

Kepercayaan tumbuh ketika pasangan bisa diandalkan, hadir saat dibutuhkan, dan memperlakukan satu sama lain dengan kebaikan.

3. Saling Terbuka

Dalam hubungan yang sehat, seseorang merasa aman untuk menjadi diri sendiri. Mereka tak perlu menutupi siapa dirinya atau mengubah sesuatu demi diterima. Seiring waktu, pasangan yang saling terbuka akan lebih leluasa berbagi minat, pemikiran, bahkan ketakutan.

Namun, keterbukaan bukan berarti menghapus batas privasi. Setiap orang tetap berhak memiliki ruang pribadi. Yang terpenting adalah adanya kenyamanan untuk saling berbagi perasaan, harapan, dan kekhawatiran tanpa takut dihakimi.

Kesimpulannya: hubungan sehat bukan tentang mencari kesempurnaan, melainkan tentang membangun keseimbangan—menghargai, mempercayai, dan membuka diri. Tiga hal ini yang membuat cinta bukan hanya bertahan, tapi juga menyehatkan.***

Editor : Syafira

Sumber : Liputan6.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel