Dishub Batal Laporan Polisi Soal Kasus Penggerudukan Petugas di Perbatasan

Dishub
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Foto : Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus penggerudukan petugas di perbatasan Bogor–Tangerang ke ranah hukum. Keputusan ini diambil demi menjaga suasana kondusif di wilayah perbatasan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan bersama warga dan pihak Karang Taruna.

“Sudah ngobrol. Karang taruna juga datang dan disampaikan bahwa ini hanya miskomunikasi kondisional. Pak Bupati menekankan dua hal: mendahulukan kepentingan masyarakat dan menjaga kondusifitas,” kata Ajat kepada wartawan, Jumat (19/9/2025).

Advertisement

Ajat menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara Kabupaten Bogor dan Tangerang. Menurutnya, stabilitas wilayah perbatasan menjadi prioritas bersama.

Baca Juga :  4 Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Puncak Bogor, 3 Orang Luka

“Mau tidak mau ada hal-hal yang tidak tersurat dan tersirat di dua kabupaten ini. Karena petinggi negara ada di Kabupaten Bogor dan Tangerang, kondusifitas harus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana pelaporan ke polisi batal dilakukan karena sudah ada permintaan maaf dari pihak warga.

Sebelumnya, Dishub Kabupaten Bogor sempat berencana melaporkan insiden penggerebekan petugas ke Polres Bogor. Peristiwa itu viral setelah sekelompok orang yang diduga Karang Taruna Desa Cirarab, Tangerang, memergoki sejumlah petugas Dishub yang tengah beristirahat di sekitar Jalan Parung Panjang.

Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Rahmawanto, menjelaskan bahwa saat kejadian para petugas berada pada jam istirahat setelah bertugas sejak dini hari.

Baca Juga :  BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Rabu 27 Desember 2023

“Itu kan lagi jam istirahat anak-anak. Ada yang lagi salat, ada yang lagi mau makan. Dari jam 3 subuh mereka sudah mengatur lalu lintas kendaraan tambang di kawasan Parung Panjang,” jelas Bayu, Selasa (16/9/2025).

Meski sempat dituding sebagai penyebab kemacetan, Bayu menilai kondisi tersebut wajar karena volume kendaraan memang tinggi. Ia memastikan tidak ada petugas yang mengalami luka akibat insiden itu.

“Anggota luka tidak ada. Ada 7 sampai 8 petugas yang sedang istirahat di lokasi,” katanya.

Sebelumnya, Bayu sempat menyatakan pihaknya akan membuat laporan resmi ke Polres Bogor. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan setelah adanya permintaan maaf dari pihak warga.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel